Kepala LLDIKTI XI , Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si mengapresiasi berdirinya Prodi Magister di kampus yang berada di Gedung Fransiskus Assisi yang berlantai 10, Jalan HOS Cokroaminoto No. 445 ini.
Akbar berharap, UWDP menjadi kampus yang sehat, aman dan nyaman. Maka, lanjut dia harus senantiasa memberantas tiga dosa besar yang disampaikan Mendikbud Ristek yakni intoleransi, perundungan, kekerasan seksual serta korupsi.
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi atau LLDikti bermitra dengan Perguruan Tinggi di lingkungannya senantiasa selalu berupaya menciptakan prinsip tersebut. Terpenting lainnya, meningkatkan kapasitas baik kepada dosen, maupun mahasiswa.
Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak, Polycarpus Widjaja Tandra, S.H., M.M menghaturkan terima kasih kepada Kepala LLDIKTI XI, Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si. yang hadir secara langung membawa Surat keputusan. Juga untuk layanan pendidikan dan pembinaan tata kelola yang telah diberikan segenap staf di kantor LLDIKTI XI.
"Kami masih dan tetap membutuhkan bantuan, bimbingan dan binaan untuk hari-hari yang akan datang, agar Program Studi Pascasarjana pertama kami ini dapat tumbuh dan berkembang untuk kemaslahatan pembangunan pendidikan di bumi Khatulistiwa," jelasnya.
Pihaknya juga menghaturkan terima kasih atas sinergis kerjasama kepada para Pastor Dewan Pembina, Dewan Pengawas, dan Dewan Pengurus Yayasan Widya Dharma Pontianak yang terus mendukung upaya pengembangan universitas. Juga pihak lain dalam mendukung kemajuan universitas di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang harus terus berinovasi.
Selain itu, melakukan kemampuan untuk menerapkan strategi yang mendukung pembelajaran dan kemampuan untuk beradaptasi terhadapan perubahan dengan perbaikan yang berkelanjutan.
Pada 11 Maret 2022 lalu, Wali Kota Pontianak juga telah melakukan peletakan batu pertama tanda mulai membangun satu gedung baru Universitas Widya Dharma Pontianak. Bangunan 10 lantai itu berada di depan gedung Fransiskus Assisi. Gedung akan dimanfaatkan Fakultas Teknologi Informasi, diisi dengan laboratorium komputer terintegrasi, dan akan menjadi pusat pembelajaran digital. (mrd) Editor : Syahriani Siregar