Dalam keseharian berkomunikasi, kita sering menggunakan kata balik. Tapi pernahkah kita mencoba untuk mengetahui lebih lanjut makna kata balik tersebut? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata balik mengandung dua arti yaitu (1) sisi yang sebelah belakang dari yang kita lihat (2) kembali; pulang. Arti pertama dikelompokkan dalam kelas kata nomina (benda) dan arti yang kedua kelas kata verba (kerja). Contoh penggunaan tersebut adalah sebagai berikut.
- Ia bersembunyi di balik
- Kapak ia balik ke Pontianak.
Kata balik memiliki bentuk turunan. Maksud dari bentuk turunan adalah kata balik mengalami perubahan bentuk. Perubahan ini terjadi karena penambahan imbuhan. Perubahan bentuk dari kata balik akan mengubah arti. Bentuk turunan dari kata balik adalah balikan; berbalik; berbalik-balik; berbalikan; berkebalikan; kebalikan; keterbalikan; membalik; membalikkan; pembalikan; sebaliknya; terbalik.
Dalam percakapan sehari-hari sering ditemukan bentuk tak baku dari kata balik, seperti tebalik, kebalik, mbalik, dan balikin. Tak jarang dalam tuturan keseharian, kita mendengar orang berucap, “Hai, bajumu tebalik.”, “Mama sedang mbalik jemuran.”, atau “Pensilmu sudah aku balikin.” Bentuk-bentuk tak baku seperti ini dapat berterima jika digunakan dalam ragam lisan di situasi tak resmi. Namun dalam ragam resmi kata-kata tebalik, mbalik, dan balikin tak dapat digunakan. Pada ragam resmi, pengguna bahasa Indonesia harus menggunakan bentuk baku dari kata-kata tersebut sehingga kalimatnya menjadi sebagai berikut.
- “Hai, bajumu terbalik.”
- “Mama sedang membalik”
- “Pensilmu sudah aku kembalikan.”
Kata balik juga dapat digabungkan dengan kata lain. Penggabungan kata ini dapat menyebabkan perubahan makna. Gabungan kata dari kata balik di antarannya adalah sebagai berikut.
- balik adab (kurang sopan; kurang ajar; tidak tahu adat)
- balik arah (memutar arah);
- balik belah (jungkir balik, sungsang)
- balik gagang (membelot; memihak kepada lawan)
- balik jurai (bentuk perkawinan yang suaminya tinggal di kediaman kerabat istri setelah dia memberi antaran karena seorang anak dari keturunannya akan meneruskan garis keturunan laki-laki)
- balik juru (mencukur anak sesudah berumur empat puluh hari)
- balik kanan (membalikan badan (dalam baris-berbaris) dengan memutarkannya ke kanan)
- balik kerak (kawin /menikah kembali dengan istrinya yang telah diceraikan; rujuk)
- balik kiri (membalikan badan (dalam baris-berbaris) dengan memutarkannya ke kiri)
- balik mata (bermufakat jahat; membiarkan orang berbuat jahat (dengan pura-pura tidak tahu dan sebagainya)
- balik mazhab (meninggalkan mazhab tertentu kemudian mengikuti ajaran mazhab yang lain)
- balik nama (mengganti nama pada akta atau surat yang menyatakan hak milik (biasanya di hadapan notaris)
- balik putar (pembalikan putaran perekam dan film ke permulaan).
Bahasa daerah di Kalimantan Barat juga terdapat istilah yang menggunakan kata balik seperti balik baki dan balik tikar. Balik baki adalah balasan hantaran yang dibawa oleh mempelai pria kepada mempelai wanita pada saat pinangan atau pernikahan. Balasan itu dapat berupa kue atau lauk-pauk yang dihidangkan pada saat acara berlangsung. Balasan ini diberikan kepada wakil dari rombongan yang mengantar mempelai pria. Balik tikar adalah istilah untuk menggambarkan kondisi seorang pria yang menikahi adik perempuan istrinya dikarenakan istrinya meninggal dunia.
Sebenarnya masih banyak lagi istilah-istilah dalam bahasa daerah di Kalimantan Barat yang layak untuk dibahas. Kekayaan bahasa di Kalimantan Barat ini dapat memperkaya kosakata bahasa Indonesia sehingga daya ungkap bahasa Indonesia menjadi lebih baik. Editor : Misbahul Munir S