Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mempertahankan Budaya, FKOB Gelar Festival Budaya Bugis

Misbahul Munir S • Senin, 5 Desember 2022 | 15:57 WIB
Photo
Photo
PONTIANAK - Sejumlah persembahan tarian budaya Bugis memeriahkan Festival Budaya Bugis yang digelar Forum Komunikasi Orang Bugis (FKOB) Kalimantan Barat.
Kegiatan tersebut digelar di Saoraja, Rumah Adat Bugis di Desa Punggur Kapuas, Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, kemarin.

Ketua Umum FKOB Kalbar Ardiansyah mengatakan even Festival Budaya Bugis tahun ini juga dirangkaikan dengan peringatan berdirinya FKOB Kalimantan Barat yang keempat.

Photo
Photo


“Kegiatan Festival seperti ini merupakan event rutin yang digelar setiap tahun, bahkan bisa digelar dua kali setahun. Di tahun ini kita gelar sekaligus memperingati HUT FKOB ke 4 tahun dengan dihadiri raja-raja di Sulawesi Selatan,” imbuhnya.

Pada Rangkaian Festival Budaya Bugis dipertunjukan Tudang Mandre Sipulung.
Ardiansyah menerangkan secara pengertian Tudang Mandre Sipulung merupakan makan bersama.

Tudang itu berarti duduk, Sipulung berarti bersama dan Mandre itu makan.
“Makan duduk bersama, itu arti Tudang Mandre Sipulung,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa secara filosofi Tudang Mandre Sipulung tidak hanya sekadar makan bersama. Di sini berkumpul seluruh tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat bersama-sama dalam Tudang Mandre Sipulung untuk bermusyawarah dan berdiskusi serta memberikan nasihat.

“Bukan makan saja, tapi lebih dari itu. Dalam momen tudang mandre sipulung merupakan wahana untuk saling bertukar pikiran, berdiskusi hingga merencanakan apa saja untuk kebaikan,” ujar Ardiansyah.

Beberapa masyarakat Bugis di Kalbar, Ardiansyah dikenal sebagai tokoh yang cukup peduli dengan pelestarian budaya bugis.

Proses pembinaan pada generasi muda bugis sangat massif dilakukan oleh Ardiansyah melalui kegiatan-kegiatan dari FKOB yang dibentuknya empat tahun lalu.

Berdirinya Saoraja atau Rumah Adat Bugis di Desa Punggur Kapuas, Provinsi Kalimantan Barat merupakan bentuk nyata dari kepeduliannya terhadap eksistensi budaya Bugis di Kalbar.

“Banyak kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan di Sini (Saoraja Rumah Bugis) seperti kegiatan tarian, hadrah pelatihan tar bagi anak-anak dan pencak silat bugis dari laskar bugis dan lainya,” ujarnya.

Lebih lanjut Adriansyah juga menjelaskan bahwa keberadaan Saoraja atau Rumah Bugis merupakan wahana interaksi serta komunikasi bagi generasi dulu dengan generasi yang akan datang dari zaman ke zaman.

“Kita mungkin besok sudah akan tiada dan akan menjadi tulang belulang, nah keberadaan Rumah Adat Bugis ini akan menjadi tanda bahwa dulunya pernah ada. Anak cucu digenerasi selanjutnya bisa mengerti,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan Rumah Adat juga bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk hadir dan datang ke Kalimantan Barat secara umum dan Kabupaten Kubu Raya secara khusus.(iza) Editor : Misbahul Munir S
#Festival Budaya Bugis #fkob #Saoraja #Mempertahankan Budaya