Komisi II Pertanyakan Pemeriksaan Kelaikan dan Kesehatan Hewan.
PONTIANAK - Menjelang perayaan Imlek 2023, masyarakat dihebohkan oleh video pendek di media sosial berkaitan dengan pemasukan hewan ternak babi ke Kalimantan Barat lewat dermaga swasta. Menyikapi hal tersebut, Komisi II DPRD Kalbar langsung meminta konfirmasi Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar.
"Saya sudah menghubungi mitra kami dinas teknisnya. Terkonfirmasi kabarnya memang masuk. Itu berarti yang heboh di medsos diperkirakan bisa benar adanya," ucapnya, Senin (16/1). Oleh karena itu, Haji Affandie, meminta Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar meningkatkan pengawasan.
Ternak babi tersebut berasal dari Sumatera dan masuk melalui dermaga swasta PT. S di Mempawah belum lama ini. Alasan dilakukan bongkar muat di lokasi itu karena ternak ini dinilai sebagai hewan sensitif. Tidak boleh dilakukan bongkar muat di sembarang tempat. "Termasuk juga kapal pengangkutnya," kata dia.
Komisi II memperoleh penjelasan dinas teknis bahwa masalah penentuan lokasi bongkar muat merupakan kewenangan dari KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan). Namun, DPRD Kalbar tetap mempertanyakan dari segi keamanan dan kesehatan hewan-hewan yang masuk tersebut. Apakah sudah dilakukan pemeriksaan atau diberikan semacam sertifikasi laik konsumsi.
"Fungsi kami sebagai bentuk pengawasan, jangan sampai ternak yang masuk ke Kalbar membawa penyakit. Itu akan membuka peluang munculnya masalah baru," ucapnya.
Politisi Demokrat Kalbar ini meminta dinas peternakan dapat mengawasi hewan dari luar yang masuk, terlebih menjelang hari raya keagamaan seperti Imlek. Di sisi lain, Balai Karantina Hewan juga harus dilibatkan secara utuh. Tujuannya demi menjaga kesehatan masyarakat di Kalbar dari hewan-hewan luar yang rentan.
"Kami minta diperiksa. Ajak kami. Jangan sampai barang masuk begitu saja. Harus lewat karantina dan pemeriksaan kesehatan. Tidak boleh main-main kita dengan masalah kesehatan," ujarnya.
Dia memastikan, akan melakukan sidak dengan dinas terkait dalam waktu dekat. Kasus ini juga akan menjadi atensi Komisi II saat rapat kerja nanti. "Akan kami pertanyakan prosedur hewan luar masuk ke Kalbar seperti apa. Secepatnya seluruh pihak akan kami undang (raker)," katanya. (den) Editor : Misbahul Munir S