Akibatnya, dengan hanya tersisa 377.000 nomor ISBN, Indonesia hanya dapat menerbitkan sekitar 67.340 judul buku per tahun jika tidak ingin kehabisan nomor ISBN sebelum jatah baru diberikan dalam 6 tahun ke depan. Biasanya, alokasi nomor ISBN suatu negara akan habis dalam rentang 1 dekade atau bahkan lebih. Hal ini sangat berdampak kepada kebutuhan guru maupun dosen, sebagaimana persyaratan kenaikan pangkat dan angka kredit juga mewajibkan tulisan mereka menulis dan mempublikasikan dengan ISBN.
Fakta kebutuhan ISBN di Indonesia ialah;
1. ISBN menjadi syarat untuk mendapatkan penilaian kredit kenaikan pangkat seorang pengajar yang ditetapkan oleh instansi yang bersangkutan, seperti kementerian atau lembaga pendidikan.
2. Untuk membuktikan bahwa buku yang telah diterbitkan secara publik, pengajar perlu mendapat ISBN dalam karya buku nya. Kriteria ini bisa berkaitan dengan relevansi isi buku dengan materi yang diajarkan, inovasi atau kontribusi dalam bidang pendidikan, serta dampak positif yang dihasilkan dari buku tersebut.
Oleh karena itu, Dalam merespons krisis ISBN yang terjadi, Perpusnas sebagai pihak yang berwenang dikabarkan tengah mengupayakan pembatasan nomor ISBN, di mana kurasi ketat pemberian ISBN bagi publikasi yang kurang relevan, tidak lagi menjadi prioritas penerima ISBN-karena memang tidak memenuhi klasifikasinya.
Kami mengusulkan penggunaan ESBN (Educational Serial Book Number) sebagai sistem penomoran unik untuk mengidentifikasi buku-buku pendidikan. ESBN dapat menggantikan ISBN sebagai sistem identifikasi buku khusus buku dan karya Pendidikan dalam masa krisis ISBN ini di Indonesia.
Dengan memenuhi persyaratan dan kriteria yang ditetapkan, diharapkan dapat membantu pengajar dalam mendapatkan penilaian kredit kenaikan pangkat dan membuktikan bahwa buku yang telah diterbitkan masuk dalam kategori buku pendidikan.
Mengapa ESBN
Sistem penomoran ESBN diinisiasi dan dikembangkan oleh Konsortium ESAA Project European Commission ID2021048 tahun 2021 meliputi organisasi Nasional dan International seperti Oceans-Network European, Organisasi ESAA Eropa, Indonesian Literacy Association, Mata Garuda LPDP Kalbar, Ikatan Guru LPDP, Penerbit PGRI Kalbar dan Yudha English Gallery dan Rahmat Putra Yudha, M.Ed TESOL, sebagai koordinator proyek internasional ini. Penerbit dapat memperoleh ESBN dengan menghubungi perwakilan ESBN di admin@esbn-international.com atau ke VEA di Indonesia yaitu ke admin@virtualeduacademy.com
Validasi ESBN dapat diperiksa di https://esbn-international.com/esbn-checker.
ESBN adalah kode 14-digit yang terdiri dari tiga digit kode negara, tujuh digit nomor buku unik, dua digit tahun publikasi, dan satu digit kode jenis buku. Setiap negara memiliki awalan uniknya sendiri, dan buku-buku yang dimaksudkan untuk pendidikan, seperti buku teks, buku pengayaan, buku referensi, buku kerja siswa/guru, laporan pendidikan, modul, monograf/laporan penelitian, buku panduan/tutorial, buku pendidikan terjemahan, dan bahan-bahan pendidikan lainnya.
ESBN sangat penting untuk buku-buku pendidikan karena menyediakan sistem identifikasi unik yang dapat memudahkan distribusi buku, katalogisasi, dan akses ke buku dan sumber daya pendidikan, termasuk buku teks, modul, buku kerja, monograf, laporan penelitian, buku panduan, tutorial, dan bahan pendidikan lainnya. ESBN adalah sistem standar dan mudah untuk mengidentifikasi dan melacak buku di seluruh dunia. Sistem ini mudah digunakan dan dapat diintegrasikan ke dalam proses pengelolaan buku Anda yang ada, baik Anda seorang penerbit kecil atau lembaga pendidikan besar.
Manfaat dari menggunakan ESBN antara lain:
Standarisasi: Sistem ESBN memberikan sistem standar dan universal untuk mengidentifikasi dan mengkatalogkan buku-buku pendidikan, tidak peduli asal atau bahasa mereka. Ini membantu menghindari kebingungan dan kesalahan saat mencari, memesan, dan membeli buku-buku pendidikan.
Akses: ESBN dapat membantu meningkatkan akses ke buku-buku pendidikan, terutama untuk siswa dan pendidik di daerah terpencil atau kurang mampu. Dengan menyediakan sistem identifikasi buku yang jelas dan standar, ESBN dapat memudahkan distribusi sumber daya pendidikan kepada mereka yang membutuhkannya.
Pelacakan: ESBN dapat digunakan untuk melacak penggunaan buku dan sumber daya pendidikan, yang dapat membantu menginformasikan pengambilan keputusan tentang pembelian dan distribusi di masa depan. Dengan melacak penggunaan dan permintaan, lembaga pendidikan dapat lebih baik merencanakan kebutuhan. (*) Editor : Misbahul Munir S