Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Berkenalan dengan Belly Fit Dance, Gabungan Tari Perut dan Pembentukan Otot

Misbahul Munir S • Minggu, 14 Mei 2023 | 09:45 WIB
GELAR SEMINAR: Para pembicara dalam kegiatan Seminar Internasional bertajuk ‘Islamic Financials Inclusion Challenges’, yang digelar oleh FEBI IAIN Pontianak, Sabtu (24/8). SITI/PONTIANAK POST
GELAR SEMINAR: Para pembicara dalam kegiatan Seminar Internasional bertajuk ‘Islamic Financials Inclusion Challenges’, yang digelar oleh FEBI IAIN Pontianak, Sabtu (24/8). SITI/PONTIANAK POST
Hari Tari Perut Sedunia (World Belly Dance Day) dirayakan setiap Sabtu kedua Mei, setiap tahun. Tahun ini, Hari Tari Perut Sedunia diperingati kemarin (13/5). Kali ini Pontianak Post akan mengulas mengenai tari perut dalam kemasan lain berupa senam kesehatan bernama belly fit dance. Bagaimana perkembangannya saat ini di Kota Pontianak?

SITI SULBIYAH, Pontianak

BELLY fit dance (BFD) beberapa tahun terakhir mulai dikenalkan kepada masyarakat. Di Kota Pontianak, terdapat beberapa sanggar senam yang menyisipkan senam yang terinspirasi dari belly dance atau tari perut tersebut. Para instruktur BFD, atau yang lebih dikenal dengan nama shimmer, juga mulai banyak memperkenalkan gerakan ini dalam kegiatan senam.

Hal tersebut diakui oleh Dwi Widya Handayani (41), shimmer di Kota Pontianak. Instruktur senam ini menceritakan mulai menggeluti BFD sejak satu tahun terakhir.

“Tahun lalu saya berkesempatan ikut training belly fit dance dari founder-nya langsung, yakni mas Gege (Gege Dachi),” ucapnya.

Setelah mengikuti serangkaian training, ia pun didapuk sebagai shimmer atau instruktur BFD. Sejak itu pula ia aktif menyisipkan gerakan BFD dalam setiap senam yang ia pimpin. Termasuk mengisi di salah satu sanggar yang ada di Kota Pontianak.

BFD diakuinya belum begitu dikenal secara luas bila dibandingkan dengan senam seperti aerobik dan zumba. Meski begitu, jumlah shimmer di Kalbar menurutnya cukup banyak. Artinya, kata dia, mulai banyak yang mengenal jenis senam ini.

Wiwied menjelaskan, BFD merupakan gabungan dari tari perut, fitnes, dan tarian. Hal ini berbeda dengan belly dance yang secara khusus merupakan tari perut. “Belly dance itu full tari perut yang berasal dari negara di Timur Tengah, kalau belly fit dance itu gabungan tari perut, pembentukan otot dengan tarian,” ucapnya.

Wiwied mengatakan, gerakan BFD difokuskan gerakan yang menekankan pada artikulasi tubuh pada bagian dada dan pinggul. Menurutnya, ada beberapa manfaat bagi tubuh setelah rutin mengikuti BFD. Paling tidak, kata dia, ada tiga manfaat bagi tubuh.

Pertama, sebut dia, meningkatkan fleksibilitas tubuh, di mana gerakan yang diulang-ulang akan membuat tubuh menjadi lebih fleksibel. Kedua, dia menambahkan, menguatkan otot perut, bokong, hingga paha. Tarian ini, menurutnya, memfokuskan gerakannya pada otot-otot yang jarang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Gerakan-gerakan yang dimaksud dia juga akan mengurangi orang yang suka sakit pinggang.

“Yang ada keluhan sakit pinggang itu, ikut belly fit dance juga bisa membantu meredakan,” ujarnya.

Manfaat ketiga, dijelaskan dia, adalah meningkatkan stamina dan suasana hati yang positif. Gerakan BFD yang berulang-ulang serta menyenangkan, menurutnya dapat mendorong peningkatan stamina dan membuat suasana hati menjadi lebih hidup.

Wiwied berharap ada lebih banyak lagi yang mengetahui BFD. Apabila dibandingkan dengan tarian atau senam lainnya, sebut saja zumba, aerobik, hingga salsa, BFD memang belum begitu dikenal.

“Semoga nanti semakin banyak yang tahu tentang apa itu belly fit dance, dan manfaatnya, sehingga semakin banyak yang tertarik,” ucapnya. (*) Editor : Misbahul Munir S
#Belly Fit Dance #Hari Tari Perut Sedunia #shimmer #zumba #kesehatan