Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

512 Hotspot Sasar Kalbar

Misbahul Munir S • Kamis, 3 Agustus 2023 | 16:22 WIB
TINJAU : Bupati Sambas bersama Sekda serta OPD terkait saat meninjau pelaksanaan pembangunan proyek perbaikan di kawasan Pasar Kota Sambas.
TINJAU : Bupati Sambas bersama Sekda serta OPD terkait saat meninjau pelaksanaan pembangunan proyek perbaikan di kawasan Pasar Kota Sambas.
PONIANAK - Meskipun didera hujan dengan intensitas rendah, tetapi sejumlah daerah di Kalimantan Barat masih didera hotspot. Sebanyak 512 titik api, dengan tingkat kepercayaan menengah dan tinggi masih muncul. Sebarannya berada pada 7 Kabupaten/Kota berbeda. Kabut asap sampai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih bermunculan. BMKG Stasiun Klimatologi Supadio Pontianak mendata sebaran titik panas pada beberapa daerah di Kalbar. Sebaran hotspot tersebut dideteksi dengan memakai sensor VIIRS dan MOODS pada satelit polar (NOAA20, S-NPP, TERRA dan AQUA), dimana dapat memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan atau lahan. Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dibandingkan dengan daerah sekitar. Observasi juga dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit.

BMKG Stasiun Klimatologi Supadio Pontianak merelease data sebaran titik panas dari tanggal 02 Agustus pukul 00.00 sampai 23.00 WIB. Di Kabupaten Sanggau masih terdeteksi sebagai penyumbang titik panas terbanyak, yakni 262. Kalau beberapa hari terpantau 616 hotspot. Dengan rincian tingkat kepercayaan menengah dan tinggi sebesar 1 dan 261.

Sementara di Kabupaten Sambas terdeteksi sebanyak 65 titik api, disusul Kabupaten Kapuas Hulu sebesar 54 hotspot. "Untuk Kabupaten Ketapang terpantau sebanyak 52 titik api, dan kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sintang masing-masing 35 dan 29 hotspot," ucap Sutikno Forecaster BMKG Supadio, Pontianak.
Data lainnya kabupaten/kota masih terdeteksi hotspot adalah Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Melawi, Kubu Raya dan Kabupaten Landak. Hanya saja sebaran titik panas memang terpantau tidak tinggi. Dampak turunnya hujan kemarin, juga berdampak beberapa wilayah tidak muncul titik panas. Misalnya Kota Pontianak, Singkawang, Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kayong Utara terdeteksi zero hotspot.
Di sisi lai, BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada sebagian wilayah Kalimantan Barat. Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berdurasi singkat masih berpotensi terjadi pada sebagian besar wilayah di Kalimantan Barat.

Awas, Gelombang Tinggi

BMKG Stasiun Meteorologi, Maritim Pontianak juga memberikan peringatan dini gelombang tinggi, pada 3-4 Pukul 07.00 WIB. Dengan sebaran pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot. Sementara wilayah Indonesia bagian selatan. Umumnya bergerak dari Timur Tenggara dengan kecepatan 8-25 knot. Kecepatan angin tertinggi
terpantau di Laut Banda, Laut Arafuru, dan Perairan Kep. Kai - Kep. Aru.
Tinggi gelombang 1,25 -2,5 Meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, perairan selatan Kepulauan Anambas.

Prakirawan Henru CP, S.Tr dalam siaran releasenya meminta diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar. Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). "Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya.(den) Editor : Misbahul Munir S
#512 Hotspot #MOODS #Sensor VIIRS #Sasar Kalbar #karhutla #TERRA #S-NPP #NOAA20