BMKG Stasiun Klimatologi Supadio Pontianak mendata sebaran titik panas pada beberapa daerah di Kalbar. Sebaran hotspot tersebut dideteksi dengan memakai sensor VIIRS dan MOODS pada satelit polar (NOAA20, S-NPP, TERRA dan AQUA), dimana dapat memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan atau lahan. Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dibandingkan dengan daerah sekitar. Observasi juga dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit.
BMKG Stasiun Klimatologi Supadio Pontianak merelease data sebaran titik panas tanggal 13 Agustus pukul 00.00 sampai 23.00 WIB. Di Kabupaten Ketapang masih terdeteksi sebagai penyumbang titik panas terbanyak, yakni 474. Sementara Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sintang, jumlah hotspot juga terus bertambah 198 dan 167 titik panas. Pun demikian dengan kabupaten lain seperti Kabupaten Landak dan Kabupaten Kubu Raya terpantau sebanyak 230 dan 162 titik panas.
Sementara Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sekadau tidak kalah banyaknya sebagai penyumbang titik panas terbanyak. Jumlahnya bahkan mencapai 125 dan 103 hot spot. Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sambas juga terpapar menyumbang sampai 70 dan 55 hotspot. Hanya Kota Pontianak terpapar sebanyak 6 hot spot. "Untuk Kabupaten Mempawah dan Kota Singkawang sama sekali tidak terpapar titik panas," ucap Sutikno Forecaster BMKG Supadio, Pontianak.
Kab/Kota Jumlah Karhutla
Sambas 55
Sanggau 198
Ketapang 474
Sintang 167
Kapuas Hulu 170
Bengkayang 116
Landak 230
Sekadau 103
Kayong Utara 13
Melawi 125
Kubu Raya 162
Pontianak 6
Meski demikian prakiraan cuaca seminggu ke depan dari tanggal 13 sampai 19 Agustus 2023, kondisi cuaca diprakirakan berpotensi terjadi hujan di beberapa wilayah. Kabupaten Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kabupaten Kapuas Hulu masih berpotensi terjadi hutan ringan tetapi tidak merata. "Masyarakat juga harus mewaspadai potensi hujan yang terjadi dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang berdurasi singkat," ucapnya.
Di sisi lai, BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada sebagian wilayah Kalimantan Barat. Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berdurasi singkat masih berpotensi terjadi pada sebagian besar wilayah di Kalimantan Barat.(den) Editor : Misbahul Munir S