Kalbar Jadi Contoh Perkemahan Anak Binaan dan Keluarga
PONTIANAK - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan menghadiri kegiatan pemberian Remisi Anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2023 yang diadakan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI di Pendopo Gubernur, Minggu (23/7). Dalam hal ini, Provinsi Kalbar menjadi tuan rumah kegiatan se-Indonesia itu yang turut dihadiri Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kemenkumham RI, Pujo Harinto.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah Indonesia memberikan pengurangan masa menjalani pidana (remisi) kepada seluruh anak yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), maupun Rumah Tahanan Negara (Rutan).
Rinciannya, remisi anak nasional diberikan kepada 1.068 anak, dan remisi anak nasional kepada 23 anak yang kemarin dinyatakan bebas di seluruh Indonesia. Jadi, total keseluruhan anak yang mendapat remisi ada 1.091 orang.
“Dalam menjalani kehidupan di LPKA setiap anak memiliki hak yang diatur oleh undang undang salah satunya adalah pemberian pengurangan masa menjalani pidana yang diberikan kepada anak binaan yang memenuhi syarat yang ditentukan dalam peraturan perundangan,” ungkap Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kemenkumham RI Pujo Harinto.
Pujo mengatakan khusus untuk tahun ini, penyerahan remisi kepada anak dipusatkan di Provinsi Kalbar yakni di sebelah barat Indonesia. Dimana ia juga menyambut baik inovasi dari LPKA Kelas II Sungai Raya yang ada di Kalbar, karena di momen Hari Anak Nasional tahun ini menghadirkan program anak binaan menginap bersama keluarga.
Menurutnya, sejumlah anak yang berasal dari LPKA di Kalbar mendapat hak Cuti Dikunjungi Keluarga (CDK) dalam kegiatan Perkemahan Anak Binaan dan Keluarga "Stars Of Tomorrow Camp, Community-Based Juvenile Care". Acara yang diadakan selama dua hari tersebut diselenggarakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalbar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).
“Kita (di Kalbar) ada program baru, jika biasanya kunjungan hanya satu atau dua jam, ini keluarganya menginap di dalam. Adik, ibu, bapak, nenek semuanya tidur bersama, baru di sini (Kalbar) kita coba. Insyaallah membawa dampak positif,” ujarnya.
Program tersebut, kata Pujo, berawal dari tawaran Kakanwil Kemenkumham Kalbar, dan ia pun memberikan dukungan penuh.
“Ternyata Pak Gubernur dan Wakil juga memberikan support. Saya sangat terharu, ini luar biasa. Kalbar sudah memulai kegiatan positif untuk anak, memberikan support. Jadi kami tidak sendiri,” katanya.
Sementara khusus di Kalbar, ia menyebut remisi yang diberikan di momen Hari Anak Nasional ini ada sebanyak 26 anak binaan. Terkait kesalahan yang dilakukan mereka, ia lebih melihat kecenderungan pada kenakalan atau kelalaian akibat pengaruh lingkungan, sehingga anak berbuat salah, dan harus berhadapan dengan hukum.
“Mereka masuk ke sini untuk dibina, rata-rata kasus asusila dan narkoba. Anak remaja ini dalam kondisi labil, ingin mencoba masih mencari jati diri,” ungkapnya.
Menurutnya, masa depan Indonesia terletak di pundak anak-anak. Karena itu, melindungi kepentingan terbaik anak, sama artinya dengan melindungi masa depan bangsa dan umat manusia. Konstitusi negara, lanjut dia, dengan jelas juga menyebutkan bahwa setiap anak berhak atas keberlangsungan hidup tumbuh kembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
“Itu bukan hanya berarti penjara mengakui hak anak tetapi juga bertanggung jawab menjamin pemenuhannya begitu pun dengan anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Bahwa dalam kenyataannya ketika mereka melakukan pelanggaran hukum harus masuk ke dalam sistem peradilan pidana dan sebagian di antara mereka harus menjalani pidana. Ini bukan berarti perlindungan, pembimbingan, pembinaan, pendidikan dan pelayanan kesehatan boleh diabaikan,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Wagub Kalbar Ria Norsan mengaku senang, Kalbar bisa menjadi tuan rumah, dan juga salah satu contoh dari pelaksanaan Hari Anak Nasional yang mana kemarin kegiatan dilaksanakan khusus untuk anak-anak binaan.
Ragam karya pun ditampilkan oleh anak binaan pada kesempatan ini. Mulai dari menari, menyanyi, dan bermain teater. “Anak-anak dalam binaan pun bisa berkarya, ini menjadi salah satu contoh. Kalbar yang sudah memulai kegiatan seperti ini, mudah-mudahan bisa ditularkan,” harapnya.(bar) Editor : Misbahul Munir S