“Diprediksi karhutla di sebagian besar wilayah Kalbar masih akan berlangsung hingga bulan September 2023,” ungkap Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, Sutikno, Selasa (15/8).
Dia menjelaskan, sebagian wilayah Kalbar bagian selatan masih berpotensi rendah curah hujannya pada bulan Oktober 2023. Dengan begitu, di wilayah seperti Ketapang bagian selatan masih berpotensi terjadi karhutla sampai Oktober 2023 mendatang.
“Bulan November 2023 sudah akan banyak hujan di seluruh wilayah Kalbar,” katanya.
Karhutla yang terjadi akan berdampak pada kualitas udara di provinsi ini. Sutikno mengatakan, BMKG saat ini memiliki tiga alat pengukur kualitas udara berupa PM2.5 yang dipasang di Sungai Raya (Kubu Raya), Jongkat (Mempawah), dan Sintang.
Dia menjelaskan, PM2.5 di Sungai Raya sempat menunjukkan kategori Berbahaya pada malam tanggal 13 Agustus 2023. Di Jongkat menunjukkan kategori berbahaya tanggal 15 Agustus 2023 pagi. Di Sintang hanya sampai kategori Tidak Sehat 14 Agustus 2023 malam.
Secara rata-rata harian, kata dia, PM2.5 di Sungai Raya berada pada kategori Tidak sehat sejak tanggal 13 Agustus 2023. Di Jongkat pada 15 Agustus 2023 nilai rata-ratanya berada pada kategori Tidak Sehat. Sementara di Sintang secara rata-rata masih dalam kategori Sedang.
“Namun ketiga alat tersebut tidak bisa mewakili kondisi secara keseluruhan sampai tingkat kabupaten, apalagi sampai level wilayah provinsi. Alat tersebut hanya mewakili kondisi lokal di sekitar alat tersebut saja” pungkas dia. (sti) Editor : Misbahul Munir S