PONTIANAK - Tukirin tokoh masyarakat sekaligus pembina petani Kubu Raya, Kalimantan Barat cukup menyesalkan pencemaran udara di daerah Kalimantan Barat terutama di Kota Pontianak, Kubu Raya dan sekitar cukup mengganggu ekologi lingkungan dan kesehatan warga. Dampaknya kualitas udara menjadi tidak sehat. Tentu saja kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perladangan, lahan kebun tidak produktif menjadi pemicunya. "
"Aktivitas pendidikan anak-anak TK, SD, dan SMP terganggu. Pemerintah sampai-sampai mengambil langkah bijak dengan mengumumkan belajar daring di rumah," ucap dia, Rabu(16/8).
Menurutnya karhutla seperti ini hampir sepanjang tahun terjadi, terutama pada musim-musim pengering (kemarau). Nah, berbagai macam cara juga sudah dilakukan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam meminimalisir dampaknya. Tidak sedikit juga anggaran pemerintah dipakai gua mengatasi dan menyelesaikan persoalan ini.
Karhutla pada lahan dan kebun tidak produktif tentunya tidak cukup diselesaikan dengan cara memadamkan api atau menggenangi lahan-lahan dengan air. Dia pun membeberkan bahwa kondisi semak belukar dan tanah kering juga bisa jadi pemicu. Apabila tersengat sinar matahari panas, maka pada lahan-lahan tersebut rentan mudah menjadi bara api dan terbakar.
Seharusnya, usul dia, ada solusi penyelesaian dengan cara lain. Bisa saja dengan merubah lahan ladang dan lahan kebun tak produktif, menjadi lahan bermanfaat bagi warga petani setempat. Dengan begitu, masyarakat petani sekitar simpul-simpul titik api dapat menjadi solutif. "Lahan ladang dan lahan kebun tidak produktif dicetak menjadi lahan ketahanan pangan. Bisa ditanam palawija, buah-buahan, jagung, umbi-umbian dan aneka tanaman lain," ucap Tukirin yang juga calon DPD RI Kalbar ini.
Tentunya dengan pola pembiayaan, pembinaan, dan pengawasan dilakukan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat. Apabila ini dapat dilakukan, maka kebakaran lahan tidak produktif dan perkebunan tidak
produktif setiap tahun dapat berkurang. Minimal mengurangi api pada musim pengering. Manfaat lainnya adalah dapat dirasakan langsung banyak orang, terutama dapat terciptanya lapangan kerja baru di bidang pertanian. "Selain kita dapat mewujudkan ketahanan pangan daerah dan dapat meningkatkan pendapatan warga masyarakat petani," pungkas dia.(den)