PONTIANAK - Dalam rangka mewujudkan satuan pendidikan yang memiliki ekosistem yang kondusif, aman dan nyaman dalam upaya mendukung terciptanya sekolah yang aman bencana. SMA Negeri 12 Pontianak menggelar kegiatan simulasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana yang berlangsung di halaman sekolah, Rabu (28/8/2024) kemarin.
Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 Wib pagi ini dikuti oleh seluruh peserta didik pada semua jenjang, bapak ibu guru serta staf. Sekolah aman bencana merupakan konsep penting dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.
Program Satuan Pendidikan Aman Bencana adalah bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan dampak bencana di satuan pendidikan. Tanggap darurat di satuan pendidikan merupakan bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga sekolah, termasuk siswa, guru, dan staf. Tanggap darurat mencakup serangkaian tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi situasi darurat seperti bencana alam, kebakaran, atau situasi lainnya yang berpotensi membahayakan. Untuk itu, setiap satuan pendidikan perlu memiliki rencana tanggap darurat yang baik dan sistematis sehingga perlu dilaksanakan kegiatan simulasi dengan melaksanakan program Satuan Pendidikan Aman Bencana.
Kepala SMAN 12 Pontianak, Ana Sri Sayekti Matofani, dalam sambutannya mengungkapkan keinginannya agar program Satuan Pendidikan Aman Bencana dapat dilakukan secara berkala dan menjadi agenda tetap sekolah yang nantinya akan bekerjasama dengan melibatkan pihak-pihak eksternal lainnya seperti pemadam kebakaran, kepolisian, dan badan penanggulangan bencana. “Untuk ke depannya, SMA Negeri 12 Pontianak berencana mengadakan simulasi program tanggap bencana puting beliung dan banjir. Serta melalui kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan iklim lingkungan belajar yang menjaga keselamatan warga satuan pendidikan”, ungkapnya.
Lebih lanjut Ana menjelaskan bahwa kegiatan simulasi tanggap bencana memiliki tujuan membantu meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah, termasuk siswa, guru, dan staf, dalam menghadapi situasi darurat. Dengan latihan, mereka akan lebih siap dan responsif ketika bencana benar-benar terjadi. Sehingga dapat mengurangi kepanikan dengan memberikan pengalaman dan pengetahuan praktis kepada seluruh warga sekolah, ujarnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, ditambahkan olehnya bahwa persiapan dilakukan sejak hari Kamis, 22 Agustus 2024 kemaein dengan merancang prosedur pelaksanaan kegiatan serta SOP yang disesuaikan dengan Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 Tentang SPAB Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana serta Peraturan sekretaris jenderal kementerian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi, nomor 6 tahun 2023 tentang, petunjuk teknis penyelenggaraan program satuan pendidikan aman bencana.
Dalam proses persiapan dilakukan pembagian tugas sesuai dengan tanggung jawab masing masing yang telah di sepakati. Juga dilakukan analisis kebutuhan yang digunakan pada proses simulasi. Kemudian juga di laksananakan beberapa diskusi dalam proses persiapannya. Untuk memperlancar kegiatan, dibuat maping untuk jalur-jalur evakuasi dan titik kumpul pada saat pelaksanaan nantinya, tambahnya.
Pada saat simulasi, tampak antusias peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatannya. Pelaksanaan berjalan dengan baik dan lancar dengan tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. (pms/ser)
Editor : A'an