Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

D’MUA Bersama PLN Peduli Tolak Isu Inklusivitas

A'an • Rabu, 18 September 2024 | 12:30 WIB

 

BERSAMA: Srikandi PLN UIP KLB bersama Yayasan Parapreneur Indonesia Bahagia meresmikan pembentukan Disabilitas Make Up Artis (D’MUA) Community pada 8 September 2024.
BERSAMA: Srikandi PLN UIP KLB bersama Yayasan Parapreneur Indonesia Bahagia meresmikan pembentukan Disabilitas Make Up Artis (D’MUA) Community pada 8 September 2024.

PONTIANAK – Srikandi PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (PLN UIP KLB) bersama dengan Yayasan Parapreneur Indonesia Bahagia meresmikan pembentukan Disabilitas Make Up Artis (D’MUA) Community sebagai tindak lanjut program bantuan pelatihan merias bagi perempuan disabilitas melalui program PLN Peduli yang bertema Woman Support Woman pada 8 September 2024. 

Acara tersebut berlokasi di Satuperdua Kopitiam dihadiri oleh sejumlah tokoh wanita insipiratif peduli sosial di Kalimantan Barat seperti Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat Lismaryani; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Rita Hastarita; Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Pontianak, Heny Sutiany; Ketua Yayasan Parapreneur Indonesia Bahagia, Adi Warna; Pembina Yayasan Parapreneur Indonesia Bahagia, Mustaat Saman; serta 30 penerima manfaat yaitu perempuan disabilitas yang masuk dalam naungan Yayasan Parapreneur Indonesia Bahagia. 

D’MUA Community buah dari program Woman Support Woman ini merupakan komunitas pertama di Kalimantan Barat yang berisikan perempuan disabilitas yang bergerak dalam usaha dan profesi sebagai make up artis. Ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung program inklusivitas bagi kelompok difabel, khususnya perempuan di Kalimantan Barat. 

Sebelumnya, sebanyak 30 anggota D’MUA Community telah mengikuti pelatihan merias bersama Liyan Mirzani Make up Studio selama tiga hari dan menerima satu set alat rias sebagai bekal awal dalam menjalankan usaha make up artis. 

Ketua PMI Kalbar, sekaligus sebagai tokoh wanita inspiratif Kalimantan Barat Lismaryani memberikan apresiasi kepada PLN dan Yayasan Parapreneur Indonesia Bahagia atas penyelenggaraan program PLN Peduli ini. “Saya sangat mengapresasi sebesar-besarnya kepada Yayasan Parapreneur Indonesia Bahagia yang telah mengayomi penyandang disabilitas di Provinsi Kalimantan Barat,” terangnya. 

“Tentu kami juga mengapresiasi kepada PLN yang telah memberikan bantuan program ini. Adanya bantuan ini membantu kami semua untuk menjadi lebih peduli dengan temen-temen difabel," tambahnya.

Menurut Lismaryani, isu inklusivitas yang sedang digalangkan oleh pemerintah setempat tentunya sangat menyambut inisiasi program PLN Peduli di wilayah Pontianak dan sekitarnya.

"Salah satu tujuan kami terus menggaungkan isu inklusivitas ini ialah untuk menghilangkan stigma masyarakat awam terhadap kelompok difabel yang masih dipandang sebelah mata,” lanjut Lismaryani.

Pembina Yayasan Parapreuner Indonesia Bahagia. Mustaat Saman menjelaskan bahwa Yayasan yang dibentuknya merupakan Yayasan Nirlaba yang memiliki visi untuk menciptakan ekosistem entrepreuner yang inklusif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian, daya saing dan kualitas hidup penyandang disabilitas yang bermartabat.

“Kami sangat paham bahwa banyak sekali teman-teman difabel yang ingin meningkatkan kemandiriannya. Untuk itu kami mencoba membentuk Paraprenuer ini dengan menciptakan 100 unit usaha untuk penyandang disabilitas salah satunya yaitu tata rias atau yang lebih dikenal MUA,” jelas Mustaat. (mse/r)

 

 

Editor : A'an
#Srikandi PLN #kalbar #pln