Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

HUT ke-5, Perkumpulan Teochew Kalbar Hadir untuk Kemanusiaan dan Lestarikan Budaya

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 3 Desember 2019 | 10:10 WIB
Photo
Photo
 

PONTIANAK – Kemeriahan tampak pada terlihat pada ulang tahun ke-5 Perkumpulan Teochew Kalimantan Barat, di Ballroom Qubu Resort, Senin (2/12) malam. Adapula pertunjukan musik dan kehadiran penyanyi ternama yang menghibur para tamu. Dalam pesta itu, para anggota organisasi subsuku Tionghoa yang bergerak di bidang sosial dan kebudayaan ini bertekad untuk terus berkembang dan berbuat untuk masyarakat. “Semoga maju dan solid sama yang lain, kita usahakan ke depan bisa maju. Banyak yang sudah dilakukan untuk kegiatan sosial tanpa memandang identitas,” kata Ketua Perkumpulan Teochew Kalbar, Edi Haryanto.

Teochew atau Tiochiu sendiri adalah suku Tionghoa yang banyak mendiami Provinsi Fujian. Arus migrasi Tiochiu sudah berlangsung berabad-abad lamanya. Suku ini bersama suku Hakka menjadi yang mayoritas dibanding suku Tionghoa lain di Kalbar. Seperti suku Tionghoa lain di Indonesia, banyak dari mereka yang berkecimpung di dunia usaha, terutama perdagangan. Kendati sektor lain juga digeluti.

Sekretaris Perkumpulan Teochew Kalbar, Jurpi menuturkan organisasi ini dibentuk pada tahun 2014. Tujuannya sebagai wadah untuk bersosial dan menjaga tradisi Teochew yang mulai ditinggalkan generasi mudanya. “Generasi muda sudah banyak yang kurang peduli dengan tradisinya, seperti makan kue bulan, hari-hari penting suku Teochew dan lainnya. Kami hadir agar kebudayaan ini terus lestari,” ungkapnya.

Namun perkumpulan ini juga melaksanakan kegiatan sosial. Misalnya belum lama ini, mereka memfokuskan diri membantu korban kebakaran. “Kebakaran di Siantan yang menerjang beberapa rumah misalnya. Kita mengumpulkan dana untuk membeli material bangunan,” sambung dia.

Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan pendataan kaum tua renta dari Siantan hingga Sungai Pinyuh. Mereka mencari para jompo yang diacuhkan keluarganya atau hidup mandiri, tapi enggan ke rumah jompo. Seperti suku lainnya, orang Teochew sangat menghormati para orang tua dan leluhur. “Mereka lah yang melahirkan dan membesarkan kita, dengan kasih sayang,” kata Jupri.

Perkumpulan Teochew sendiri saat ini sudah tersebar di 18 provinsi, dengan pusatnya di Jakarta. Kalbar menjadi salah satu provinsi yang paling banyak anggotanya. Organisasi yang beralamat di Jalan Budi Karya Blok C, Pontianak ini juga bersinergi dengan komunitas lain dalam misinya. “Misalnya dalam kebudayaan kita menggandeng Koko dan Meme Kota Pontianak. Juga banyak pengurus kita aktif di yayasan marga dan pemadam kebakaran serta organisasi lainnya,” paparnya.

Salah satu pendiri Perkumpulan Teochew Kalbar adalah Tan Gunawan, pemilik Qubu Resort. Pada acara peringatan ulang tahun tersebut, Qubu Resort juga menghadirkan menu-menu spesial dan pertunjukan kepada para tetamunya. “Menu andalan kita seperti Bebek Panggang, Salad Abalane, Undang Wangkang dan lainnya kita keluarkan. Kami juga memberikan parade dari para pelayan saat penyajiannya,” kata Uray Heni Novita, GM Qubu Resort. (ars) Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Perkumupulan Teochew #kalbar #Tiochiu #tionghoa #pontianak #Teochew