Kurang dari setahun di 2019, TC Invest sudah memiliki kantor di empat kota; Kantor Pusat Jakarta, Kantor Cabang Bandung, Kantor Cabang Pontianak, dan Kantor Cabang Bogor. Namun jaringannya sudah tersebar di berbagai kota besar lain di Indonesia. “Kami membawa misi pemberdayaan anggota yang terpercaya lewat kemudahan pendanaan, menciptakan lingkungan kondusif bagi perkembangan koperasi di Indonesia. Dan minat terhadap TC Invest cukup tinggi di Pontianak,” katanya.
Sebagai koperasi legal dan diawasi Kementerian Koperasi, pihaknya menerima simpanan dari para anggotanya. Simpanan tersebut akan dikelola dan disalurkan melalui pinjaman ke sektor-sektor yang aman dan menguntungkan. Hal ini sesuai prinsip TC Invest yang ingin mendorong minat masyarakat untuk mulai berinvestasi dan mencari pendanaan lewat media koperasi.
Menurutnya, pihaknya sangat berhati-hati dalam memilih sektor pendanaan investasi. Misalnya TC Invest mengarahkan dananya untuk pembiayaan sektor infrastruktur pemerintahan dan proyek lain yang berhubungan dengan APBD. “Proyek pemerintah itu sudah dianggarkan dalam DIPA. Jadi pasti bayar. Kalau pun ada keterlambatan, itu pun sudah bisa diperhitungkan. Apalagi selama ini, pengalaman Royalindo tidak pernah ada masalah berinvestasi dengan pemerintah. Termasuk BUMN dan BUMD,” papar dia.
Selain itu, sasaran investasi lain adalah sektor properti. Terutama ke perumahan bersubsidi. Kendati sektor properti tengah lesu, namun pada kelas KPR bersubsidi masih tetap tumbuh. Apalagi perumahan bersubsidi juga masih berhubungan dengan regulasi pemerintah yang sistem keamanannya terjamin. Apalagi ada aset berupa tanah dan bangunan yang menjadi agunan. Pihaknya juga sudah berpengalaman berinvestasi di sektor ini, dan tak pernah bermasalah.
Namun, TC Invest juga tidak meninggalkan kewajibanya sebagai koperasi untuk menyalurkan investasi ke sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Menurut Iqbal, sektor UMKM adalah penopang ekonomi Indonesia dan relatif tahan terhadap krisis. “Pembiayaan khusus ditujukan kepada para pelaku UMKM. Tetapi tetap dengan agunan, sehingga keamanannya juga terjamin. Semua sektor yang kita investasikan sudah melalui analisa panjang. Agar dana itu kembali sesuai janji kita kepada para klien,” imbuh dia.
Dia juga mengumumkan bahwa TC Invest sudah bekerjasama dengan BNI untuk co-branding. Hal ini sejalan dengan niat TC Invest untuk menjadi jembatan menuju kehidupan sejahtera dalam era teknologi digital Industry 4.0 dan Society 5.0. Para anggota TC Invest dapat menikmati fasilitas layaknya nasabah BNI seperti: transaksi keuangan melalui sistem online (setoran, tarik tunai, pemindahbukuan, transfer antarbank) dan real-time melalui rekening bank BNI.
“Kemudahan dalam transaksi yang tidak memakan waktu. Para anggota juga mendapatkan BNI virtual account, dimana kartu keanggotaan yang dapat digunakan di setiap mesin ATM dengan logo MasterCard, Maestro, Cirrus, Link, Visa, Plus dan ATM Bersama,” pungkasnya. (ars/ser) Editor : Ari Aprianz