Menurutnya, penurunan ini lantaran anjloknya daya beli masyarakat akibat situasi ekonomi dunia, nasional dan lokal yang dihantam pandemi Covid-19. "Kita susah jualan, karena minat dan kemampuan konsumen menurun," ujar dia. FIFGroup sendiri memiliki produk kredit sepeda motor, elektronik, hingga multiguna. Namun sejauh ini produk kredit sepeda motor mendominasi angka penjualan.
Lemahnya daya beli konsumen tidak hanya menggerus omzet. Tetapi juga berpengaruh terhadap risiko kredit macet atau non performing loan FIFGroup di Pontianak. Menurut Sukrie, NPL pihaknya berada dalam angka yang mengkhawatirkan, atau nyaris melebih ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yaitu 5 persen. "Kita berharap keuanhgan kita tetap sehat. Mudah-mudahan stimulus dari OJK tepat dan bisa membantu pelaku industri keuangan," imbuhnya.
Pemerintah dan OJK telah meluncurkan stimulus relaksasi kredit kepada warga terdampak. Konsumen pun berbondong-bondong ke Kantor FIFGroup Cabang Pontianak 1, Jalan Sumatera untuk mendaftarkan relaksasi kredit. (ars) Editor : Salman Busrah