Sedangkan pangsanya adalah usia muda. Dia pun meminta kepada bupati atau wali kota utuk memberikan diskon izin mendirikan bangunan atau gratis sama sekali untuk pembangunan apartemen. Telebih karena bangunan apartemen berkonsep vertikal dan memilliki banyak ruangan untuk dijual, sehingga bisa mendulang PAD dari bea peralihan. “Kemudahan izin perlu dilakukan. Kalau bisa IMB digratiskan. Karena daerah sudah mendapat pajak besar dari BPHTB,” katanya.
Menurutnya apartemen yang cocok dibangun di Kalbar bertipe menengah ke bawah atau tipe 36 dengan pangsa milenial. Pertumbuhan ekonomi dan bonus demografi akan membuat lebih banyak masyarakat yang mampu membeli hunian. Selain untuk Midji menilai pembangunan apartemen akan membuat efek berantai bagi kemajuan ekonomi kawasan setempat. Ujungnya akan terbuka lapangan pekerjaan, peningkatan PAD, dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (Arebi) Kalbar Yongki menilai apartemen tetap memiliki pasar di Kalbar, kendati kecil. “Kalau kita lihat Kalbar ini masih banyak tanah kosong. Termasuk di Pontianak dan Kubu Raya, sehingga rumah tapak masih akan dibangun. Tetapi apartemen tentu memiliki pasar sendiri,” sebutnya.
Menurut dia, apartemen yang cocok dibangun di Kalbar bertipe menengah ke bawah atau tipe 36 dengan harga tidak lebih dari Rp300 juta. Sedangkan pangsanya adalah usia muda. Pasalnya kaum milenial membutuhkan hunain dengan segala kepraktisan. “Apartemen ini cocok untuk milenial dan keluarga mudah karena sudah disediakan segala fasilitasnya oleh pengelola. Gaya hidup milenial yang sangat bergantung pada teknologi, kenyamanan tinggal, dan desain hunian yang ringkas dan fungsional. Misalnya untuk merawat apartemen tentu lebih mudah daripada merawat rumah tapak,” sebutnya.
Secara umum, dia meyakini penjualan properti di Kalimantan Barat tahun ini akan bangkit. Penandanya adalah mulai merangkaknya angka penjualan pada beberapa bulan terakhit setelah babak beluar pada semester I 2020 akibat pandemic Covid-19. “Kami memperkirakan bahwa akan terjadi tren kenaikan penjualan properti. Ini berdasarkan berbagai outlook soal pertumbuhan ekonomi dan upaya pemerintah Indonesia dan negara lain untuk mempercepat vaksinasi. Sehingga menimbulkan optimisme dunia usaha,” pungkas Yongki. (ars) Editor : Super_Admin