Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Terminal Kijing, Pelabuhan Terbesar di Indonesia

A'an • Sabtu, 9 September 2023 | 19:35 WIB
Photo
Photo

PONTIANAK – Manager Komersial Pelindo Pontianak, Ervin Bayu Sanjaya mengatakan Terminal Kijing merupakan pelabuhan yang memiliki peluang besar untuk terus bertumbuh dan berpotensi menjadi salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia.

Pihaknya mencatat per Agustus 2023 sudah ada 287 kapal dan untuk produksi unggulan curah cair seperti CPO dan turunannya (RBD Palm Olein, RBD Palm Oil, Fatty Acid, PalmnKernel Expeller/PKE, dll) sudah mencapai 1 juta ton.

“Bahan CPO mentah yang belum diolah berasal dari Kalimantan Barat sebesar 32.4 persen, dan saat ini sudah menyerap dari provinsi lain, seperti Riau 21.3 persen dan Jambi 19.1 persen,” kata Ervin saat menerima kunjungan lapangan dari mahasiswa unggulan kelas profesional ekspor sebanyak 32 orang dari Universitas Muhammadiyah Malang bersama Direktur Utama PT Makmur Agro Satwa (MAS), Anne Sri Arti, dan Sentot Joko Priyono, beserta tim, selaku pendamping dan praktisi kegiatan ekspor.

Selain itu dilanjutkan Ervin potensi ekspor melalui Pelabuhan Kijing masih cukup besar untuk produk-produk hasil pertanian beserta produk olahan turunannya.

Namun produk alam unggulan seperti karet, kelapa bulat, kelapa sawit, hingga plywood perlu dilakukan pengelolaan lanjutkan menjadi produk baru yang memiliki nilai jual lebih

Ervin mencontohkan pada komoditi kelapa bulat bisa diolah lagi menjadi kopra maupun coconut oil yang dicari buyer luar negeri dengan value yang lebih tinggi daripada ekspor kelapa bulat.

Kendati demikian dikatakan Ervin untuk kebutuhan ekspor umumnya dalam jumlah yang cukup besar perlu pemetaan produk alam dan perlu konsolidasi bersama agar kebutuhan ekspor dapat terpenuhi.

“Saat ini, banyak program pemerintah yang mendukung kemudahan untuk melakukan kegiatan ekspor, perlu adanya sinergi dengan berbagai pihak, baik pengusaha, pemerintah dan instansi terkait dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan produk unggulan serta kemudahan proses dalam hilirisasi produk,” jelas Ervin di Pontianak, kemarin.

Dijelaskan juga, untuk kegiatan ekspor yang melalui pelabuhan, pasti akan berkaitan langsung dengan stakeholder dan beberapa instansi pemerintah dalam pengurusan perijinan kegiatan ekspor.

Eksportir harus memiliki Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Dinas Perdagangan, TDP (Tanda Daftar Perusahaan), NPWP, dan dokumen lainnya, seperti dokumen Eksportir Terdaftar (ET), Surat Persetujuan Ekspor (SPE), Surveyor, Sertifikat of Origin, dan dokumen lainnya yang ditentukan oleh regulasi yang berlaku.

Sementara itu kunjungan dilakukan sebagai bekal pengetahuan kepada mahasiswa agar lebih mengenal kegiatan ekspor impor dan kegiatan bongkar muat yang ada di pelabuhan.

General Manager Pelindo Pontianak, yang diwakili oleh Manager Keuangan SDM, Arif Mustangin berharap para mahasiswa mendapatkan bekal dan ilmu tentang peran dan fungsi pelabuhan serta mendapatkan gambaran potensi ekspor yang bisa dikembangkan ke depannya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi ringan serta dilanjutkan kunjungan ke Control Room dan lapangan petikemas serta dermaga yang dikawal penuh oleh Edwin Danil selaku Jr. Manager Komersial yang membidangi kehumasan.

Arif berharap dengan kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami bisnis proses di pelabuhan sehingga dapat mendorong kreatifitas, ide dan inovasi serta diharapkan akan membuka lapangan pekerjaan dengan lahirnya para eksportir baru yang akan meningkatkan perekonomian skala daerah maupun nasional.
“Harapannya ke depan dapat menciptakan para eksportir baru sesuai dengan harapan Pemerintah untuk meningkatkan ekspor,” pungkasnya. (mse)

Editor : A'an
#mempawah #indonesia #kalbar #PT Pelindo (Persero) #pelabuhan #kijing