Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

25 UMKM Masuk Inkubator Bisnis Bank Indonesia

A'an • Rabu, 22 November 2023 | 16:00 WIB
Photo
Photo

 

PONTIANAK - Sebanyak 25 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi peserta dalam Inkubator Bisnis Bank Indonesia (INKUBBI) 2023.

Sebelumnya ada 150 peserta yang mendaftar, namun melalui proses seleksi yang ketat hingga terpilihlah 25 UMKM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat NA Anggini Sari mengatakan program Inkubator Bisnis Bank Indonesia (INKUBBI) sendiri telah dimulai sejak tahun 2012.

Saat ini peserta lebih dari 300 UMKM yang menjadi bagian dari Inkubbi. Ada lima tahapan pengembangan UMKM yang dilakukan Bank Indonesia dalam program Inkubbi.

Mulai dari Kelompok Subsisten, UMKM Potensial, UMKM Sukses, UMKM Digital, dan UMKM Ekspor.

"Sehingga kami menyiapkan UMKM Kalbar yang digital dan ekspor," kata Anggini saat Pembukaan Program Inkubator Bisnis Bank Indonesia (INKUBBI) 2023 di Aula Keriang Bandong Kantor Perwakilan BI Kalbar, Jalan A. Yani siang kemarin.

Anggini mengatakan bahwa UMKM harus mendapatkan pendampingan untuk pemanfaatan teknologi digital, pemasaran secara online, dan transaksi pembayaran digital.

Pendampingan itu dilakukan agar UMKM siap dengan kondisi kekinian sektor usaha.

Menurut Anggini pemanfaatan platform conventional commerce baik melalui Instagram, WA Bisnis dan Facebook Bisnis serta marketplace seperti Tokopedia dan Shopee.

UMKM memerlukan brand building yang tepat untuk mencapai target pasar yang dituju. Penerapan digitalisasi dan peningkatan branding UMKM diharapkan kestabilan harga produk selalu terjaga melalui digitalisasi dan target market yang sesuai, serta kesejahteraan harga beli kepada pelaku usaha menjadi lebih meningkat.

"Tetapi didukung dengan pemanfaatan laporan keuangan dan optimalisasi digital payment (salah satunya QRIS) akan memperluas akses pembiayaan dan omset pendapatan UMKM," kata Anggini.

" Melalui pelatihan onboarding yang diadakan tahunan, Bank Indonesia membagi UMKM ke dalam dua kelas pelatihan meliputi UMKM Potensial dan UMKM Unggulan berdasarkan pemanfaatan pemasaran online yang telah dilakukan untuk optimalisasi kinerja pemanfaatan marketplace," tambah Anggini.

Adapun dari 25 UMKM itu 60 persennya jenis kuliner. Lalu 20 persennya masing-masing craft dan fashion.

Komposisi ini juga seirama dengan keberadaan UMKM Kuliner di Kalbar.

Dinas Koperasi dan UMKM Kalimantan Barat pada Bulan Oktober 2023 sebanyak 63,7 persen UMKM bergerak pada bidang kuliner dari total 225.713 usaha mikro, kecil, dan menengah di Kalimantan Barat.

"Kuliner memang paling besar sehingga kami mendorong sektor-sektor ini, agar percepatan akselerasi agar Go Digital dan Ekspor itu bisa dicapai," kata Anggini.

Kemudian Pontianak menjadi daerah paling mendominasi untuk UMKM yang masuk menjadi peserta Inkubbi.

Ada 17 UMKM dari Kota Pontianak. Sedangkan lainnya masing-masing satu. Adapun daerahnya Kubu Raya, Sambas, Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, dan Kayong Utara. (mse)

Editor : A'an
#INKUBBI #UMKM #pontianak #Bank Indoensia