Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Tanpa Jaminan, Sri Manfaatkan Produk KUM Bank Kalbar untuk Jualan Takjil

Syahriani Siregar • Sabtu, 23 Maret 2024 | 17:30 WIB

Sri Dewi, penjual takjil di halaman Masjid Darunnajah, saat melayani pembeli. IST
Sri Dewi, penjual takjil di halaman Masjid Darunnajah, saat melayani pembeli. IST
PONTIANAK - Sejak pukul 14.00 WIB, Sri Dewi (38) membuka lapaknya di pasar juadah, tepatnya di Halaman Masjid Darunnajah, Jalan Sungai Raya Dalam, Pontianak. Ia menjual aneka takjil yang merupakan titipan para pembuat kue.

“Semua kue yang ada di sini adalah titipan orang,” ujar Sri ditemui saat di lapaknya, Sabtu (23/3).

Terik panas di siang jelang sore itu tidak menyurutkan semangat Sri untuk mengais rezeki di bulan Ramadan. Pukul dua siang, sejumlah pembuat kue mulai datang menitipkan dagangan dan mempercayakannya pada perempuan yang tinggal di Kota Pontianak ini.

Pukul tiga sore, lapaknya sudah dipenuhi aneka takjil. Ada gorengan, seperti kroket, risoles, dan lainnya. Ada pula kue manis seperti dadar gulung, donat gula, klepon, dan lain sebagainya. Ada pula kolak hingga air tahu.

Lokasinya yang tepat di pinggir jalan utama, membuat banyak orang singgah untuk membeli takjil di pasar jaudah tersebut. Terutama, pada hari biasa atau hari kerja, di mana banyak para pegawai kantoran yang singgah ke pasar juadah ini sepulang dari kerja.

“Alhamdulillah kalau di sini ramai yang beli. Jam 5 biasanya paling ramai,” tutur Sri.

Sri adalah pedagang kecil yang menjual aneka jajanan. Pada hari selain Ramadan, ia membuka usaha di Jalan Sungai Raya Dalam dengan aneka jajanan. “Jualan sosis, es, tela-tela, dan jajanan seperti angkringan,” ucapnya.

Untuk memperkuat modal usahanya, Sri memanfaatkan kredit dari Bank Kalbar. Satu bulan yang lalu, ia dan suaminya mengajukan kredit dengan memilih produk Kredit Usaha Mikro (KUM) Peduli Bank Kalbar.

“Dapat pinjaman (dari Bank Kalbar) sebesar Rp5 juta,” kata Sri.

KUM Peduli merupakan kredit mikro Bank Kalbar yang berjangka waktu maksimal 1 tahun, untuk modal kerja dengan pola kewajiban menabung secara harian. Maksimum kredit untuk produk ini sebesar Rp5 juta dengan suku bunga lima persen. Skema kredit ini menurutnya cocok untuk pedagang kecil seperti dirinya. Apalagi tidak perlu ada jaminan.

Modal itu diajukan untuk memperkuat usahanya. Dana dari Bank Kalbar, ia gunakan untuk menambah modal usaha berjualan sosis. Sebagian lagi, digunakan untuk kebutuhan berjualan di pasar juadah. “Untuk beli wadah-wadah kue sama membeli kantong,” tuturnya.

Menjadi debitur Bank Kalbar adalah pertama kalinya dilakukan oleh Sri dan suami. Sebelumnya, ia tak pernah sekalipun mengajukan kredit ke lembaga keuangan manapun. Ia berharap usahanya untuk meningkatkan perekonomian keluarga ini dapat dilalui dengan lancar.

Menurutnya, pengurusan kredit Bank kalbar cukup mudah, termasuk persyaratan-persyaratannya. Pegawai Bank Kalbar juga memberikan pelayanan yang baik selama proses pengajuan.

“Mereka (Pegawai Bank kalbar, red), datang ke rumah, lihat lokasi usaha saya,” imbuhnya.

Pasca Ramadan, Sri pun berniat untuk membuka usaha penitipan kue dan jajanan di pagi hari. Dari usaha berjualan takjil yang dilakukan saat ini, ia merasa pendapatan yang dihasilkan cukup menguntungkan.

“Lumayan juga hasilnya jualan kue ini. Modalnya juga tidak besar. Kalau diizinkan saya nanti (setelah Ramadan) mau jualan kue,” pungkasnya. (sti/ser)

Editor : Syahriani Siregar
#bank Kalbar #UMKM Bank Kalbar #Takjil