PONTIANAK - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan ancaman besar bagi kehidupan manusia, satwa, tumbuhan dan lingkungan hidup. Api dan asap yang ditimbulkan oleh kebakaran juga dapat mempengaruhi kesehatan.
Berdasarkan data BMKG tahun 2024, kondisi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini masih dalam kondisi netral dan akan mulai memasuki La Nina pada Agustus 2024.
Untuk mengantisipasi kejadian karhutla di dalam dan sekitar areal kerja PT Wana Subur Lestari (PT WSL) dan di PT Mayangkara Tanaman Industri (PT MTI), perusahaan sudah melakukan persiapan dan pemeriksaan kelengkapan peralatan pemadam kebakaran, melakukan pelatihan dengan Manggala Agni, patroli terpadu secara periodik dengan melibatkan KPH, Muspika, kepala desa, tokoh adat dan perwakilan masyarakat dari masing-masing desa yang berada di sekitar areal konsesi.
Sebelumnya, pada Desember 2023 PT WSL dan PT MTI telah menyerahkan 680 Liter produk cairan pemadam kebakaran bernama Easy-Effective-Eco-Friendly-Extinguisher (E4) kepada instansi di sekitar konsesi seperti Manggala Agni Pontianak dan KPH Kubu Raya. Produk E4 merupakan cairan pemadam kebakaran yang ramah lingkungan dan dapat meminimalisir penyebaran api.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi), jumlah titik panas/hotspot terbanyak yang terpantau dari bulan Januari hingga Juli 2024 yaitu berada di Kalimantan Barat sebanyak 388 hotspot, Nusa Tenggara Timur sebanyak 347 hotspot, Kalimantan Timur sebanyak 326 hotspot, Sulawesi Selatan sebanyak 172 hotspot dan Riau sebanyak 144 hotspot yang tersebar pada lahan mineral dan gambut. Luas karhutla di Kalbar yang terdeteksi berdasarkan hotspot tersebut sebesar 8.473,79 ha.
Sebagai antisipasi karhutla 2024, PT WSL dan PT MTI kembali menghibahkan produk cairan pemadam kebakaran E4 Tahap II sebanyak 400 Liter kepada instansi di Kalbar untuk mendukung pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Produk E4 merupakan inovasi terbaru yang dikembangkan oleh PT WSL dan PT MTI bekerjasama dengan perusahaan Security Services dari Jepang serta dapat diperjualbelikan secara umum kepada perusahaan hutan tanaman dan perkebunan.
Produk E4 juga dapat menjadi sekat bakar sehingga kebakaran dapat dicegah sedini mungkin, serta terbukti efektif dalam membantu pemadaman di musim kemarau baik di lahan mineral maupun gambut. Penyerahan bantuan produk cairan pemadam kebakaran E4 ini bertujuan untuk membangun kolaborasi dan komunikasi antara perusahaan dengan instansi pemerintah terkait seperti Kecamatan, Koramil, Polres, Manggala Agni, KPH dan masyarakat yang merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalbar.
Selain itu, sosialisasi mengenai pencegahan karhutla yang dilakukan oleh instansi atau perusahaan sangat penting untuk meningkatkan peran aktif dan kesiapsiagaan semua pihak dalam mengambil langkah-langkah preventif.(mif/r)
Editor : Miftahul Khair