Ajang tahunan ini bertujuan untuk mengapresiasi UMKM di Kalimantan Barat yang berhasil menerapkan manajemen berkelanjutan dalam bisnisnya, sekaligus mendukung praktik usaha yang ramah lingkungan dan berorientasi jangka panjang.
Sebelum SM-Award PS-MM FEB Untan dilaksanakan, para UMKM yang mendaftar dalam kegiatan ini, sebelumnya diberikan pendampingan oleh mahasiswa PS-MM FEB Untan dalam kegiatan 3M Practice (Mengedukasi, Memfasilitasi, Mendampingi) UMKM.
Baca Juga: Cap Go Meh Jadi Event Internasional, Windy Sebut Kalbar Terapkan CoE Berbasis Digital Sejak 2022
Hal ini dlaksanakan dalam rangka mengimplementasikan bagian dari kurikulum PS-MM FEB Untan, yang bernama Kegiatan “Knowledge Implementation and Dedication (KIND) Project” .
Hal ini disampaikan oleh Pengelola Program Studi Magister Manajemen FEB Untan, Prof. Dr. Nur Afifah., SE., M. Si.
Sehingga setiap tahun tema yang diangkat berbeda-beda, hal ini sesuai dengan hasil evaluasi terhadap kebiutuhan-kebutuhan UMKM dalam perkembangannya.
Kolaborasi dan Lokasi Kegiatan
SM Award ke 7 diselenggarakan dengan berkolaborasi antara Program Studi Magister Manajemen FEB Untan dan mahasiswa Angkatan 51 Kelas A (Weekend), serta Wisata Kampung Caping, Pontianak.
Hal ini dilaksanakan dalam rangka PS-MM FEB Untan turut berkontribusi dalam mempromosikan tempat wisata beserta makanan kuliner khas Kalimantan Barat.
Acara ini menghadirkan lebih dari 20 UMKM dari Kalimantan Barat, yang menampilkan ragam kuliner khas daerah dengan cita rasa autentik dan bahan lokal.
Produk UMKM yang Dilombakan
Para peserta SM Award tahun ini menghadirkan aneka kuliner tradisional dan inovatif yang menunjukkan kekayaan cita rasa Kalimantan Barat. Produk yang dilombakan mencakup:
-
Hidangan utama dan khas, seperti nasi kebuli, bubur pedas, bubur ikan, mie bumbu, kwetiau, chaikue, pengkang, dan paket saprahan.
-
Aneka jajanan dan kudapan tradisional, seperti kue bingke, doko doko kuah, batang burok, patlau, dan rendang.
-
Produk inovatif berbahan lokal, seperti pizza dan es krim berbahan dasar buah tengkawang.
Variasi produk ini menunjukkan inovasi pelaku UMKM dalam mengolah bahan lokal menjadi kuliner yang menarik bagi pasar modern, serta mampu berkompetisi dengan kuliner dari berbagai daerah lain.
Proses Seleksi UMKM dan Penilaian oleh Juri Ahli
Sebanyak 20 UMKM yang berpartisipasi terdiri dari 10 UMKM hasil seleksi Tri-M Practice pada 21 September 2024 di Universitas Tanjungpura, Pontianak dan 10 UMKM binaan Kampung Caping.
Tiga juri profesional menilai produk berdasarkan kriteria nilai gizi, rasa, penampilan, packaging, dan keamanan pangan, yaitu:
-
Chef Yudha Indra Pramanto - Pemilik Atallah Aisyi Cooking & Baking Center, menilai dari aspek rasa dan teknik memasak.
-
Rayna Anita, SkM, M.PH. - Ahli gizi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, fokus pada nilai gizi dan keamanan pangan.
-
Dr. Helma Malini, S.E., M.M. - Dosen Manajemen FEB Untan, mengevaluasi manajemen produk serta tampilan dan kemasan.
- Baca Juga: Evaluasi Penggunaan Bus Rapid Transit Buat Pelajar
Kegiatan Pendukung dan Edukasi Kuliner
Hasil tangkapan remis ini diolah langsung oleh Chef Yudha dalam sesi live cooking, yang menampilkan inovasi mie goreng remis dan memberi inspirasi kuliner bagi masyarakat.
Pengumuman pemenang SM-Award dilakukan pada malam hari dengan dihadiri berbagai tamu kehormatan dari instansi pemerintah, di antaranya:
-
Pj Walikota Pontianak yang diwakili oleh Hj. Kusmiati, SE., ME. dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan.
-
Dinas Porapar Provinsi Kalimantan Barat diwakili oleh Kabid Destinasi, Pak Jarot.
-
Kadisporapar Kota Pontianak diwakili oleh Rizal, S.Sos.
-
Kadisperindagkop Kota Pontianak diwakili oleh Rezky Febriyanti.
Selain pengumuman pemenang, acara dimeriahkan dengan penampilan tarian tradisional dari komunitas UMKM Kampung Caping yang melibatkan anak-anak dan dewasa.
Tarian ini memperkaya suasana dan menjadi bagian penting dalam mengenalkan budaya lokal kepada para tamu dan peserta.
Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan UMKM Kalimantan Barat semakin maju, berdaya saing, dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi yang berkelanjutan. (ser)
Editor : Syahriani Siregar