PONTIANAK - Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Kalimantan Barat kembali menggelar Lokakarya Kemitraan Pentahelix di Accounting Hall Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Jumat, 29 November 2029.
Konsorsium PTV Kalbar ini terdiri dari Polnep, Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), dan Politeknik Negeri Ketapang (Politap). Lokakarya mengusung tema "Internalisasi Pengembangan Kemitraan Berbasis Potensi Daerah dan Revitalisasi Kemitraan Pentahelix".
Kegiatan ini didukung program fasilitasi kemitraan Direktorat Mitras Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Lokakarya ini dihadiri para dosen Polnep dan dibuka H. Irawan Suharto, S.T., M.T., Wakil Direktur Bidang Akademik dan Plh Direktur Polnep. “Harapan kami konsorsium ini dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang vokasi,” ujar Irawan, dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dengan dunia usaha dan industri untuk memastikan bahwa kompetensi yang diajarkan kepada mahasiswa sesuai dengan kebutuhan pasar.
Topan Prihantoro, S.T., M.T., ketua Tim Konsorsium PTV Kalbar menyampaikan, telah banyak program yang dilaksanakan oleh konsorsium. Program-program tersebut mencakup dialog publik, lokakarya di berbagai politeknik, penyusunan naskah akademik, serta pembuatan video dokumenter.
“Melalui kegiatan-kegiatan ini, kami tim konsorsium berupaya memperkuat ekosistem kemitraan melalui diskusi publik, workshop, dan business matching,” kata Wakil Direktur Bidang Kerjasama Polnep ini.
Lokakarya menghadirkan dua narasumber, yaitu M. Ali, M.EIL. dan Alban Naufal, M.T. dari Polnep. Salah satu fokus utama dari lokakarya ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, para peserta dapat menggali lebih dalam potensi daerah masing-masing dan mengembangkan kemitraan yang saling menguntungkan antara pendidikan vokasi dan industri. Hal ini sangat penting mengingat saat ini dunia pendidikan sering kali dianggap tertinggal dibandingkan dengan dunia usaha dan industri.
Topan Prihantoro menambahkan, sebagai bagian dari rencana jangka panjang, pada tahun 2025 mendatang akan dilaksanakan Program Katalisator Kemitraan Berdikari sebagai kelanjutan dari program sebelumnya. Program ini akan memiliki dua skema penelitian: Skema Emas dan Skema Berlian. Dengan adanya skema tersebut, diharapkan dapat lebih banyak lagi penelitian yang relevan dan aplikatif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri di Kalbar.
“Lokakarya ini cermin komitmen Polnep dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang tidak hanya teoritis tetapi juga praktis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta industri. Dengan melibatkan berbagai pihak dalam proses pembelajaran dan pengembangan kurikulum, diharapkan lulusan dari politeknik ini dapat siap menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin kompetitif,” jelasnya.
Secara keseluruhan, lokakarya ini merupakan langkah positif dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Kalbar. Melalui kerja sama yang erat antara perguruan tinggi dan dunia usaha, diharapkan akan tercipta lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan oleh industri. (mde/ser)
Editor : Miftahul Khair