Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Transera Pontianak Hadirkan Menu Pindang Kakap Kecombrang

A'an • Kamis, 16 Januari 2025 | 14:57 WIB
Pindang Kakap Kecombrang Hotel Transera Pontianak.
Pindang Kakap Kecombrang Hotel Transera Pontianak.

Kecombrang merupakan bahan pelengkap atau bumbu masakan Indonesia. Memiliki aroma yang khas, segar, dan sedikit tajam, kecombrang dapat dikreasikan dalam menu tradisional, termasuk pindang ikan.

Oleh : Siti Sulbiyah

Ikan pindang merupakan salah satu hidangan khas Nusantara yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner tradisional Indonesia. Dengan cita rasa gurih dan asam yang khas, kuliner ini cocok untuk disantap dalam berbagai suasana.

Ikan pindang dapat diolah menjadi berbagai hidangan kreatif yang menggugah selera. Tidak hanya pada bumbu, untuk memberikan variasi rasa yang lebih kaya, ikan pindang kini dapat dikreasikan dengan beragam condiment. Tak terkecuali dengan bahan tambahan berupa kecombrang.

Kecombrang memiliki aroma yang khas, segar, dan sedikit tajam, membuatnya populer sebagai bahan pelengkap atau bumbu masakan tradisional Indonesia. Bagian tanaman ini yang paling sering dimanfaatkan adalah bunga, batang muda, dan rimpangnya.

Hotel Transera Pontianak mencoba menghadirkan kreasi masakan dari bahan kecombrang. Menu tersebut adalah Pindang Kakap Kecombrang dan Nasi Kecombrang Nila Terbang.

Menu Pindang Kakap Kecombrang menjadi salah satu andalan karena pindang ikan termasuk kuliner tradisional yang banyak diminati oleh masyarakat. Chef di Hotel Transera Pontianak, Syaiful mengatakan dipilihnya kecombrang sebagai bagian dari menu kakap pindang ini lantaran cocok dengan selera masyarakat Kota Pontianak.

“Karena di Pontianak sukanya yang kuah-kuah, yang bersifat asam gurih dan pedas, seperti ikan pindang ini,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa kombinasi kecombrang dan ikan kakap memberikan kesegaran baru yang berbeda dari hidangan pindang biasa. Proses pembuatan menu ini cukup sederhana tetapi memerlukan ketelitian untuk menghasilkan rasa yang menarik.

Bumbu pindang yang digunakan diracik dari berbagai rempah pilihan, termasuk bawang putih, bawang merah, jahe, kemiri, jeruk sambal atau asam jawa, cabai, tomat, daun jeruk, serai, dan lengkuas. Semua bahan ini ditumis terlebih dahulu untuk mengeluarkan aroma dan rasa yang maksimal sebelum dicampurkan dengan ikan kakap segar.

Kecombrang yang juga dikenal sebagai honje hutan, merupakan tumbuhan rempah yang dapat tumbuh di bawah tegakan pohon. Keberadaannya yang melimpah membuatnya sering digunakan dalam masakan tradisional.

Menurut Chef Syaiful, kecombrang adalah bahan yang sangat fleksibel dan dapat digunakan dalam berbagai jenis masakan. “Kecombrang bisa masuk ke hampir semua jenis makanan. Bukan hanya untuk pindang, tapi juga masakan asam pedas, sambal teri, atau bahkan campuran pecel,” jelasnya.

Kualitas kecombrang juga bergantung pada penyimpanan. Ia menyarankan kecombrang sebaiknya ditempatkan di dalam chiller atau pendingin. Jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan, warnanya bisa berubah menghitam, yang tentu saja memengaruhi hidangan. Hal ini menjadi perhatian penting bagi siapa saja yang ingin mencoba memasak dengan bahan ini di rumah.

Chef Syaiful menambahkan bahwa ikan yang digunakan dalam hidangan pindang tidak harus selalu kakap. Jenis ikan lainnya, seperti nila, patin, atau bandeng, juga cocok dikombinasikan dengan bumbu pindang dan kecombrang. **

Editor : A'an
#Transera Pontianak #Ikan Pindang