PONTIANAK – Dalam semangat menggerakkan inovasi, Telkomsel bekerja sama dengan Maxim untuk menghadirkan kartu perdana by.U yang dirancang khusus memenuhi kebutuhan gaya hidup digital masyarakat, terutama pelajar di Kalimantan Barat.
Kartu perdana ini ditawarkan dengan harga mulai Rp10 ribu, yang sudah mencakup kuota data 3 GB dan saldo transportasi Maxim senilai Rp200 ribu. Kartu perdana by.U hasil kolaborasi dengan Maxim tersedia di outlet terdekat, petugas penjualan langsung Telkomsel, dan kantor mitra Telkomsel di Kalimantan Barat.
Selain varian Rp10 ribu, terdapat juga opsi lainnya, seperti kartu perdana Rp25 ribu dengan kuota 9 GB atau Rp20 ribu dengan kuota 45 GB, yang semuanya dilengkapi saldo Maxim selama dalam area layanan.
Manager Mobile Consumer Branch Telkomsel Pontianak, Riyadh Suganda, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen Telkomsel untuk terus menghadirkan produk dan layanan inovatif.
“Kolaborasi Telkomsel melalui by.U bersama Maxim mencerminkan upaya kami meningkatkan pengalaman digital pelanggan, khususnya di Kalimantan Barat,” ujar Riyadh.
Sementara itu, Head of Sub Division Maxim Pontianak, Dwi Janarko, menyampaikan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini.
“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Pontianak, Kubu Raya, dan sekitarnya, sesuai semangat Maxim untuk terus berkembang melayani masyarakat,” kata Dwi.
Peluncuran kartu perdana by.U bersama Maxim digelar pada acara puncak Telkomsel Fun Walk #GakGituGituAja di Kubu Raya pada 25 Januari 2025.
Acara ini menjadi penutup rangkaian kegiatan serupa yang telah dilaksanakan di 7 kota lain di Kalimantan Barat, seperti Landak, Sanggau, dan Sambas.
Selain fun walk, acara ini juga menghadirkan berbagai aktivitas menarik, seperti kompetisi modern dance, lomba mewarnai, esports, hingga zumba, dengan total hadiah jutaan rupiah. Salah satu yang menarik perhatian adalah seminar EduConnect yang dibawakan oleh Syekh Arpi Ageng, founder startup lokal Pontianak, Luarkampus.id, yang membahas tentang peluang beasiswa.
Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. Kepala Dinas, Rita Hastarita, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah positif untuk menciptakan keterlibatan yang berkelanjutan antara pihak swasta dan masyarakat.
“Kolaborasi ini tidak hanya mendukung kebutuhan gaya hidup digital, tetapi juga mendorong interaksi positif, terutama bagi pelajar di Kalimantan Barat,” ungkap Rita. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro