PONTIANAK – Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Pancur Kasih (KSP CU Pancur Kasih) telah menorehkan sejarah panjang. Berdiri pada 27 Mei 1987 di Kota Pontianak, CU Pancur Kasih lahir dari semangat solidaritas dan gotong royong guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat. Sejak awal, koperasi ini berkomitmen untuk memberdayakan anggotanya melalui sistem keuangan berbasis komunitas.
Awal Berdiri dan Perkembangan Awal
CU Pancur Kasih didirikan dengan modal yang sangat terbatas, hanya memiliki 82 anggota dan aset awal sebesar Rp2,5 juta.
Meskipun sederhana, koperasi ini membawa harapan besar bagi masyarakat yang kesulitan mengakses layanan keuangan dari bank konvensional. Sistem simpan pinjam berbasis kepercayaan menjadi fondasi utama dalam membangun keanggotaan.
Pada tahun-tahun awal, CU Pancur Kasih menghadapi berbagai tantangan, termasuk rendahnya literasi keuangan di kalangan anggota serta keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan keuangan koperasi.
Namun, dengan kerja keras para pengurus dan dukungan anggota, CU Pancur Kasih berhasil berkembang secara perlahan.
Ekspansi dan Pertumbuhan Pesat
Seiring berjalannya waktu, CU Pancur Kasih mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan. Kepercayaan masyarakat meningkat, sehingga jumlah anggota bertambah pesat.
Pada Tahun Buku 2024, jumlah anggota mencapai 223 ribu orang dengan target jangka panjang sebanyak 1 juta anggota. Selain itu, total aset koperasi telah mencapai Rp3,5 triliun, dengan pinjaman beredar senilai Rp2,5 triliun.
CU Pancur Kasih juga telah memperluas jangkauannya dengan membuka 55 Tempat Pelayanan (TP) dan 8 Tempat Pelayanan Kas (TPK) di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Ekspansi ini bertujuan untuk memberikan akses keuangan yang lebih luas bagi masyarakat di daerah terpencil.
Transformasi Digital dan Modernisasi Layanan
Sebagai koperasi yang terus berkembang, CU Pancur Kasih tidak tinggal diam dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam beberapa tahun terakhir, koperasi ini telah berinovasi dengan menerapkan layanan digital. Dengan memiliki sertifikasi ISO yang menjamin keamanan transaksi, CU Pancur Kasih kini menyediakan enam ATM setor dan tarik tunai untuk mempermudah transaksi anggota.
Selain itu, layanan CUPK Mobile Payment dikembangkan untuk memberikan kemudahan transaksi keuangan berbasis digital, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi keuangan di era modern. Langkah ini merupakan bagian dari upaya koperasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggotanya.
Keberlanjutan dan Masa Depan CU Pancur Kasih
Keberhasilan CU Pancur Kasih juga ditunjukkan dengan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 14 tahun berturut-turut dalam audit keuangan. Hal ini membuktikan bahwa koperasi ini dikelola dengan transparansi dan profesionalisme tinggi.
Ke depan, CU Pancur Kasih terus berkomitmen untuk memperkuat peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dengan target 1 juta anggota, koperasi ini akan terus memperluas jaringan dan memperkuat ketahanan finansialnya.
Sejarah panjang CU Pancur Kasih menjadi bukti bahwa koperasi berbasis komunitas dapat tumbuh menjadi lembaga keuangan yang tangguh. Dengan prinsip gotong royong dan inovasi yang berkelanjutan, CU Pancur Kasih siap melangkah ke masa depan sebagai salah satu credit union terbesar di Indonesia. (ars/ser)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro