PONTIANAK POST - Perusahaan rintisan berbasis syariah, PT Win Global Solusitama (WGS) hadir di Kalimantan Barat sebagai solusi pembiayaan syariah inklusif untuk UMKM dan masyarakat Kalbar.
CEO PT WGS, Hendra Firmansyah memastikan kendati WGS berbasis syariah namun semua umat agama tetap bisa mendapatkan layanan pembiayaan.
"Meskipun berbasis syariah namun kita tidak berorientasi pada suku, agama dan ras. Tidak hanya dari umat muslim namun juga dari non muslim bisa mendapatkan pembiayaan dari WGS," katanya saat pembukaan bimtek 1000 UMKM dan expo di Pontianak Convention Center (PCC), Sabtu (19/4).
PT WGS memiliki empat program kemanusiaan untuk seluruh umat, antara lain bantuan untuk anak yatim piatu, donasi sebesar Rp30 juta untuk tempat ibadah seperti masjid, gereja, vihara atau pura yang digunakan untuk membantu UMKM di sekitar tempat ibadah tersebut.
Ada juga program wakaf kitab suci yang menyasar seluruh umat beragama. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki program renovasi fasilitas umum seperti perbaikan tempat ibadah, jalan, sekolah dan lainnya.
Hendra mengatakan PT WGS tetap memberikan bimbingan dan pembinaan kepada UMKM secara berkala setiap bulannya. Skema pembiayaan yang dikucurkan WGS mengikuti aturan perbankan bahkan diantaranya ada yang lebih rendah dari KUR pada umumnya.
Produk unggulan PT WGS antara lain SUPERMI (Super mikro) Rp5 juta – Rp10 juta (Tanpa Agunan), Mikro Small Rp50 juta – Rp100 juta (Tanpa Agunan & History Baik) dan Mikro Medium Rp100 juta – Rp500 juta (Agunan & History Baik).
Berbagai sektor pembiayaan akan dibantu WGS diantaranya untuk umroh, wisata rohani, KPR, permodalan usaha UMKM, transportasi, beasiswa, modal kerja, pertanian, perkebunan, nelayan hingga KUR.
"Kebetulan WGS didukung oleh BSI, Bank Kalbar Syariah termasuk founding dari vendor capital dari Swiss dan Kanada. Pendanaan dari investor luar yang digelontorkan sebesar Rp1,5 triliun di tahun 2025," ungkapnya.
PT WGS juga menggandeng berbagai ormas yang terdaftar di Kesbangpol untuk mengucurkan pembiayaan. Ormas yang bersangkutan inilah yang nantinya bertanggung jawab terhadap UMKM binaannya untuk turut serta mengontrol.
Selain itu, PT WGS akan memberikan bantuan mesin POM Migor (Minyak Goreng) yang berkapasitas 110 liter. Bantuan mesin POM Migor ini diberikan kepada organisasi yang telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT WGS.
Sementara itu, Pemprov Kalbar mendukung kehadiran PT WGS yang membantu pembiayaan UMKM. "Pemprov Kalbar sangat apresiasi terhadap PT WGS yang telah ikut membantu pengembangan UMKM di Kalbar," kata Gubernur Kalbar Ria Norsan yang diwakili Asisten II Setda Pemprov Kalbar Ignasius IK dalam momen yang sama.
Ignasius berpesan agar UMKM memanfaatkan peluang dan kesempatan yang diberikan PT WGS untuk memajukan usahanya bisa naik kelas. Jangan hanya mendapatkan sekali pembiayaan namun habis untuk yang bersifat konsumtif.
Bimtek yang digelar PT WGS diikuti kurang lebih 1.500 UMKM dari seluruh Kalbar. Jumlah ini membludak dari perkiraan awal 1000 orang. Mereka berasal dari berbagai komunitas, ormas, PKK, instansi yang ada di seluruh Kalbar.
Wali kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut positif kehadiran perusahaan rintisan tersebut sebagai solusi bagi UMKM di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil saat ini.
"Kehadiran WGS menjadi angin segar bagi UMKM di tengah tantangan globalisasi dan perang tarif dagang Amerika dan Cina yang mengakibatkan kondisi ekonomi dunia termasuk Indonesia tidak stabil," katanya.
Menurut Edi, hal ini akan sukses ketika adanya kolaborasi pemerintah dan stakeholder dalam rangka UMKM naik kelas, serta didukung oleh perbankan.
Edi menyebut saat ini ada sekitar 17.800 UMKM yang memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak. Jumlah itu dinilai masih kurang sehingga diperlukan adanya kreativitas dan inovasi oleh para pelaku UMKM.
"Apalagi, Pontianak sebagai kota jasa dan perdagangan maka sektor UMKM sebagai salah satu penentu pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan dan daya beli," ujarnya.
UMKM diharapkan Edi juga harus dapat bersaing dengan masuknya barang luar negeri yang gencar masuk di pasaran Kota Pontianak. (her)
Editor : Hanif