Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

BRI Perkuat Komitmen Keuangan Berkelanjutan Pembiayaan Hijau Tembus Rp89,9 Triliun di Awal 2025

Novantar Ramses Negara • Selasa, 17 Juni 2025 | 11:01 WIB
Bank BRI.
Bank BRI.

PONTIANAK POST - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan memperluas portofolio pembiayaan hijau. Hingga penutupan kuartal pertama tahun 2025, nilai pembiayaan berkelanjutan yang disalurkan BRI mencapai Rp89,9 triliun—mengalami kenaikan 8,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini selaras dengan arah transformasi hijau yang kini menjadi prioritas sektor perbankan nasional.

Rincian alokasi pembiayaan hijau tersebut meliputi berbagai sektor penting, di antaranya pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan sebesar Rp61,16 triliun, pendanaan untuk produk-produk ramah lingkungan senilai Rp7,80 triliun, energi terbarukan sebesar Rp6,47 triliun, serta sektor transportasi hijau yang menyerap Rp3,55 triliun. Selain itu, dukungan juga diberikan pada pembangunan gedung ramah lingkungan serta inisiatif pelestarian lainnya, sesuai arahan regulasi dari OJK melalui POJK No. 18 Tahun 2023 mengenai efek utang dan sukuk berbasis keberlanjutan.

Secara total, BRI mencatatkan diri sebagai lembaga keuangan dengan portofolio pembiayaan berkelanjutan terbesar di tanah air, mencapai Rp796 triliun hingga akhir Maret 2025. Angka tersebut mencakup pembiayaan sektor hijau, UMKM, dan investasi di obligasi korporasi berbasis prinsip ESG, yang secara keseluruhan merepresentasikan 64,16% dari total pembiayaan dan investasi obligasi perusahaan yang dikelola BRI.

Direktur Human Capital & Compliance BRI, A. Solichin Lutfiyanto, menyatakan bahwa langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan BRI dalam menggerakkan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Pembiayaan berkelanjutan merupakan instrumen penting dalam menjembatani kebutuhan finansial berbagai inisiatif keberlanjutan. BRI mengambil peran kunci dalam mendukung debitur untuk beralih ke praktik yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan hijau nasional,” jelasnya.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), BRI secara aktif menyalurkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap kelestarian lingkungan, seperti energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, pengelolaan air dan limbah, serta program efisiensi energi. Di internal, BRI juga terus memperkuat sistem tata kelola berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan global di sektor keuangan.

Dalam hal pendanaan, BRI mencatat penghimpunan dana wholesale sebesar Rp111,79 triliun pada kuartal pertama 2025, dengan hampir 40 persen di antaranya berasal dari instrumen berbasis ESG. Ini termasuk penerbitan Green Bond dalam tiga tahap senilai Rp13,5 triliun dan sustainability-linked loan senilai USD 1 miliar, yang menjadi inisiatif pertama di sektor keuangan Asia untuk memperbesar porsi pembiayaan mikro.

Sebagai bagian dari pendekatan inklusif dalam pengelolaan portofolio, BRI turut menerbitkan surat utang berbasis inklusivitas seperti Medium Term Notes dan Subordinated Bonds yang ditujukan bagi pelaku UMKM, usaha ultra mikro, hingga masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kontribusi aktif terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) adalah bagian dari strategi kami dalam membangun ekonomi yang tangguh sekaligus ramah lingkungan,” tutup Solichin. (mse/r)

Editor : Miftahul Khair
#bri #pembangunan berkelanjutan #bank #Pembiayaan Hijau