Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

ANTAM Inovasi Mesin Slikos untuk Kurangi Limbah Tankos

Marsita Riandini • Rabu, 23 Juli 2025 | 15:18 WIB
Penggunaan mesin Slikos oleh Kelompok Tani Melati Natai untuk membuat pupuk Tankos, Rabu (23/7).
Penggunaan mesin Slikos oleh Kelompok Tani Melati Natai untuk membuat pupuk Tankos, Rabu (23/7).

PONTIANAK POST - PT Aneka Tambang-UBPB Kalbar (ANTAM) kembangkan inovasi mesin slikos untuk mengurangi dampak lingkungan dengan memanfaatkan limbah tandan kosong kelapa sawit (tankos). Penggunaan mesin Slikos telah dilakukan Kelompok Tani Melati Natai untuk membuat pupuk Tankos, Rabu (23/7).

Tankos merupakan salah satu jenis limbah dari perkebunan sawit yang banyak ditemui di Kabupaten Sanggau, salah satunya di wilayah Tayan Hilir. Volume tankos yang terus bertambah, namun tidak diiringi dengan pengelolaan yang baik menyebabkan limbah tankos terus menumpuk.

Dalam siklus reklamasi tambang yang dilakukan oleh PT ANTAM Tbk UBPB Kalimantan Barat (ANTAM), terdapat kebutuhan pupuk organik yang tinggi untuk mengembalikan kondisi tanah semula.

Dengan jumlah luasan yang luas, pengadaan pupuk organik dapat menimbulkan biaya yang besar serta menghambat keberhasilan reklamasi. Berdasarkan hasil kajian terhadap tankos, memiliki kandungan unsur hara yang kaya dan setara dengan pupuk kandang sebanyak 10 kg sehingga digunakan sebagai bahan organik pengganti pupuk organik.

Seiring jalannya proses reklamasi, ANTAM mengevaluasi bahwa bahan organik tankos yang ditebar di lahan reklamasi membutuhkan waktu penguraian (dekomposisi) yang lama hingga 8-12 bulan. Dengan kondisi tersebut, tanaman reklamasi bisa kekurangan unsur hara dan berpotensi menurunkan keberhasilan reklamasi.

Penggunaan mesin Slikos oleh Kelompok Tani Melati Natai untuk membuat pupuk Tankos, Rabu (23/7).
Penggunaan mesin Slikos oleh Kelompok Tani Melati Natai untuk membuat pupuk Tankos, Rabu (23/7).

Untuk mengatasi hal tersebut, ANTAM membuat inovasi Slicer Machine Tankos (SLIKOS), yakni mesin pencacah tankos yang bisa menghasilkan serabut tankos berukuran kecil (2-3 mm). Serabut tankos ini bisa menjadi bahan organik yang langsung digunakan untuk membuat pupuk kompos.

“Inovasi ini didesain dan dirancang oleh tim ANTAM lintas Satuan Kerja yang mengadopsi prinsip dalam proses di Washing Plant (WP). Prinsip kerja ini kami coba terapkan dalam mesin SLIKOS yang bisa digunakan untuk mencacah tankos agar bisa menunjang pembuatan pupuk organik. Hasil dari inovasi ini ternyata bisa mengurangi waktu produksi pupuk organik, dan juga bisa mempercepat kegiatan reklamasi. Kedepannya, kami akan terus berkomitmen dalam melakukan perbaikan dan inovasi yang bisa berdampak untuk lingkungan dan masyarakat luas,” ujar Muhammad Asril selaku General Manager PT ANTAM Tbk UBPB Kalimantan Barat.

Adapun implementasi dari penggunaan mesin SLIKOS ini telah digunakan oleh beberapa kelompok mitra binaan ANTAM, seperti: Kelompo Tani Embaloh Permai (Desa Tanjung Bunut, Kecamatan Tayan Hilir), Kelompok Tani Melati Natai (Desa Balai Belungai, Kecamatan Toba), dan Kelompok Wanita Pucuk Basule (Desa Teraju, Kecamatan Toba).

Dengan kemudahan mobilitas mesin, para kelompok bisa secara bergiliran untuk menggunakan mesin dalam mencacah tankos sehingga bisa dijadikan bahan organik pembuat pupuk kompos. Dalam sekali produksi, kapasitas mesin SLIKOS bisa mencacah tankos sebanyak 1-5 ton per hari. Hasil serabut tankos yang dihasilkan bisa digunakan untuk memproduksi pupuk organik dengan efisiensi waktu lebih cepat (1-2 minggu). (mrd/ser)

Editor : Miftahul Khair
#pupuk #Antam #mesin slikos #limbah tandan kosong sawit #tankos #Tayan Hilir