Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dari Desa, UMKM Lokal Silele Bersinar di Kalimantan Barat

Hanif PP • Selasa, 26 Agustus 2025 | 09:15 WIB
UMKM Binaan PT Bangun Nusa Mandiri, PT Kencana Graha Permai, dan PT Agrolestari Mandiri Berpartisipasi dalam HUT ke-6 IJTI Kalimantan Barat
UMKM Binaan PT Bangun Nusa Mandiri, PT Kencana Graha Permai, dan PT Agrolestari Mandiri Berpartisipasi dalam HUT ke-6 IJTI Kalimantan Barat

PONTIANAK POST – Perjalanan selama 12 jam dari Desa Sengkuang Merabung di Kabupaten Ketapang tidak menyurutkan semangat empat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut meramaikan perayaan HUT ke-6 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Barat di Pontianak.

Perjalanan panjang ini tidak hanya mencerminkan antusiasme mereka, tetapi juga menegaskan peran penting UMKM dalam menghubungkan komunitas pedesaan dengan pasar dan peluang yang lebih luas. UMKM bukan hanya tulang punggung perekonomian Indonesia, melainkan juga krusial dalam menjaga ketahanan komunitas pertanian, sejalan dengan berbagai inisiatif pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mempermudah akses pembiayaan dan memperkuat posisi UMKM sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional.

Di tengah semarak acara, stan UMKM binaan PT Bangun Nusa Mandiri dan PT Kencana Graha Permai, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, menjadi salah satu sorotan pengunjung. Beragam produk khas desa dipamerkan, mulai dari olahan unik ikan lele dengan merek Silele, hingga kerajinan anyaman lidi sawit, yang masing-masing membawa cerita ketekunan, inovasi, dan keberlanjutan dari para penciptanya.

Silele merupakan produk yang dirintis ibu-ibu dari Desa Sengkuang Merabung dan Desa Biku Sarana yang dipimpin oleh Lili Yen. Produk yang dihasilkan meliputi kaldu lele, stik lele, hingga bakso lele. Selain lezat dan bergizi, produk ini juga menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam mengurangi stunting.

“Olahan lele ini memberikan lebih banyak pilihan produk sehingga dapat menjangkau segmen pasar yang lebih beragam. Kandungan proteinnya yang tinggi juga menjadikannya camilan bergizi dan terjangkau bagi keluarga,” jelas Sofie Chaniago, fasilitator CSR untuk UMKM binaan PT Bangun Nusa Mandiri.

Di sudut lain, Lusiana, seorang pengrajin yang mendapat pelatihan dari PT Kencana Graha Permai, menyambut pengunjung sambil memamerkan proses menganyam lidi sawit. Bahan yang sering dianggap limbah itu ia sulap menjadi piring anyaman, tempat sendok, hingga keranjang dekoratif.

“Prosesnya dimulai dengan membersihkan lidi hingga putih, dijemur, lalu dianyam. Saat musim kemarau harus ekstra hati-hati, karena bisa berubah warna menjadi gelap,” tutur Lusiana.

Lusiana (kedua dari kiri) menganyam dan berinteraksi dengan pengunjung soal proses pembuatan kerajinan lidi sawit.
Lusiana (kedua dari kiri) menganyam dan berinteraksi dengan pengunjung soal proses pembuatan kerajinan lidi sawit.

masih ceruk dan permintaan tidak konsisten. “Kadang saya hanya membuat sesuai kebutuhan. Kadang bisa dapat pesanan sampai 100 item. Kalau tidak ada pembeli, biasanya saya sewakan untuk acara pernikahan atau hajatan di desa sekitar,” ungkapnya.

Dengan dukungan PT Bangun Nusa Mandiri, Lusiana mendapat pelatihan serta bantuan praktis berupa banner dan kartu nama yang membantunya menjangkau audiens lebih luas. Kini, produknya mulai dikenal dan dipesan hingga ke luar komunitasnya.

Menurut Estate Manager PT Bangun Nusa Mandiri, Eko Kuswoyo, dukungan kepada masyarakat di Desa Sengkuang Merabung dan Desa Biku Sarana telah menunjukkan hasil. “Budidaya lele dan produk olahannya kini sudah menembus pasar hingga tingkat kabupaten dan provinsi. Kolaborasi membangun ekonomi lokal melalui inisiatif CSR perusahaan memberikan dampak positif. Kami berharap masyarakat terus merasakan manfaat yang lebih besar ke depannya,” ujar Eko.

Para pelaku UMKM ini merupakan bagian dari Bright Future Initiative, jaringan akselerasi UMKM Sinar Mas Agribusiness and Food yang telah membantu 113 UMKM merealisasikan dan mengembangkan 189 proyek di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia.

Selain produk Silele dan anyaman lidi sawit, PT Agrolestari Mandiri, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food lainnya, turut menampilkan tempoyak dan madu kelulut.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi partisipasi UMKM binaan PT Bangun Nusa Mandiri dan PT Kencana Graha Permai, dan PT Agrolestari Mandiri di HUT ke-6 IJTI Kalimantan Barat.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi partisipasi UMKM binaan PT Bangun Nusa Mandiri dan PT Kencana Graha Permai, dan PT Agrolestari Mandiri di HUT ke-6 IJTI Kalimantan Barat.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi UMKM binaan PT Bangun Nusa Mandiri, PT Kencana Graha Permai, dan PT Agrolestari Mandiri.

“Saya sangat mendukung upaya Sinar Mas Agribusiness and Food dalam memberdayakan UMKM di Ketapang. Semoga kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa diperluas ke lebih banyak UMKM di masa depan,” kata Ria Norsan.

Kehadiran UMKM dalam perayaan HUT ke-6 IJTI Kalimantan Barat ini lebih dari sekadar memeriahkan acara. Perjalanan panjang selama 12 jam menjadi bukti harapan bahwa produk lokal dari desa mampu bersaing dan mendapat tempat di hati konsumen, bahkan di luar daerah asalnya.

“Kami percaya ini baru permulaan,” ujar Eko. “Dengan terus mendukung dan memberdayakan para pelaku usaha lokal, kita tidak hanya membangun bisnis yang lebih kuat, tetapi juga komunitas yang lebih tangguh.”

Editor : Hanif
#UMKM Lokal #UMKM #kalbar #ITJI #produk khas #madu kelulut #HUT