PONTIANAK POST – Program Studi Teknologi Mesin, Jurusan Teknik Mesin, PSDKU Politeknik Negeri Pontianak di Kabupaten Sanggau kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kali ini, kegiatan PKM berfokus pada penerapan IPTEK mesin pencacah tangkos sawit untuk pembuatan kompos, dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sanggau.
Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 11 Oktober 2025 di Kantor TP PKK Kabupaten Sanggau, dan dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sanggau, Ny. Yohanna Kusbariah Ontot, beserta jajaran pengurus TP PKK. Turut hadir pula Pelaksana Harian PSDKU Polnep Kabupaten Sanggau, Ir. Yulia Theresia, serta Ketua Tim PKM, H. Daryono, S.T., M.T., bersama Tim PKM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Prodi Teknologi Mesin PSDKU Polnep Kabupaten Sanggau.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Pelaksana Harian PSDKU Polnep Kabupaten Sanggau, Ir. Yulia Theresia. Dalam sambutannya, Yulia menekankan bahwa kegiatan pengabdian seperti ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi daerah melalui penerapan teknologi tepat guna.
“Kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat seperti TP PKK sangat penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal,” ujarnya.
Sementara itu, H. Daryono, S.T., M.T., selaku ketua tim PKM, memperkenalkan alat inovatif karya dosen dan mahasiswa Teknologi Mesin berupa mesin pencacah tangkos sawit. Ia menjelaskan bahwa tangkos sawit yang selama ini dianggap limbah ternyata dapat diolah menjadi kompos yang berguna bagi pertanian rumah tangga maupun kegiatan urban farming yang kini banyak digalakkan oleh TP PKK.
“Dengan mesin pencacah tangkos sawit ini, kita membantu masyarakat mengubah limbah menjadi peluang ekonomi. Kompos yang dihasilkan dapat dijual atau dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura dan kebun rumah tangga,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sanggau, Ny. Yohanna Kusbariah Ontot, yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada tim dosen dan mahasiswa PSDKU Polnep Sanggau yang telah menghadirkan inovasi bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami dari TP PKK merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Mesin pencacah ini menjadi solusi tepat untuk mengolah limbah sawit di sekitar kita menjadi sesuatu yang bernilai guna dan bernilai jual,” ujarnya.
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung penggunaan mesin pencacah tangkos sawit, yang dipandu oleh tim PKM dosen dan mahasiswa Teknologi Mesin. Peserta dari TP PKK diperlihatkan secara langsung cara mengoperasikan mesin, langkah-langkah perawatan, hingga teknik menjaga keamanan penggunaan.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para anggota TP PKK. Banyak peserta yang aktif bertanya mengenai kapasitas mesin, cara merawatnya, dan hasilnya.
Setelah sesi pelatihan dan demonstrasi, acara dilanjutkan dengan proses serah terima mesin pencacah tangkos sawit dari tim PKM kepada TP PKK Kabupaten Sanggau. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh H. Daryono, S.T., M.T. kepada Ny. Yohanna Kusbariah Ontot, disaksikan oleh seluruh tamu dosen, mahasiswa, serta anggota TP PKK.
Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama, sebagai tanda sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan teknologi tepat guna untuk kesejahteraan bersama.
Setelah seremonial selesai, para peserta juga berkesempatan untuk berdiskusi santai dengan tim PKM mengenai kemungkinan penerapan mesin serupa di kelompok masyarakat lain, termasuk di tingkat kecamatan dan desa.
Penerapan mesin pencacah tangkos sawit ini merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi PSDKU Polnep Kabupaten Sanggau dalam mendukung pengelolaan limbah ramah lingkungan serta peningkatan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.
Dengan memanfaatkan limbah tangkos sawit yang melimpah di wilayah Sanggau, masyarakat kini memiliki peluang baru untuk menghasilkan kompos organik yang bernilai jual tinggi sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan teknis dan kemampuan sosial, sekaligus memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat.
PSDKU Polnep Sanggau berkomitmen untuk terus mengembangkan program pengabdian yang inovatif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas sector antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diarahkan agar teknologi hasil karya mahasiswa dan dosen dapat benar-benar diterapkan secara nyata di lapangan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dari berbagai kerja sama lanjutan dengan TP PKK dan masyarakat Sanggau. Harapannya, setiap kegiatan PKM tidak hanya berhenti pada serah terima alat, tetapi juga membentuk kemandirian masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan teknologi,” tutup Daryono.
Dengan adanya kegiatan ini, PSDKU Polnep Sanggau sekali lagi membuktikan peran strategisnya sebagai jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat, menghadirkan inovasi teknologi yang bermanfaat, aplikatif, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sanggau.(*/r)
Editor : Hanif