Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pulau Penebang Bersiap Jadi Pusat Industri Baru Kalbar: Smelter Bauksit Bangkitkan Harapan Ekonomi Daerah

Deny Hamdani • Rabu, 5 November 2025 | 13:21 WIB
PT DIB membagikan bantuan sembako untuk warga Desa Pelapis. DIB selaku pengelola KIPP merupakan gambaran investasi yang berdampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
PT DIB membagikan bantuan sembako untuk warga Desa Pelapis. DIB selaku pengelola KIPP merupakan gambaran investasi yang berdampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

PONTIANAK POST - Angin perubahan berhembus dari selatan Kalimantan Barat. Kabupaten Kayong Utara kini bersiap menapaki babak baru dalam sejarah ekonominya. Sebuah smelter pengolahan bauksit segera berdiri megah di Pulau Penebang, menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 dan diperkuat oleh Peraturan Menko Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.

Pulau Penebang, sebuah pulau terpencil di wilayah Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata akan berubah menjadi episentrum industri baru di pesisir selatan Kalbar. Proyek ini digarap oleh PT Dharma Inti Bersama (DIB), dan diyakini akan menjadi motor penggerak ekonomi baru di kawasan itu.

Ketua DPRD Kalbar Aloysius menegaskan, pembangunan smelter ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan tonggak nyata hilirisasi industri di daerah. “Bauksit tak lagi dijual mentah. Diolah di sini, nilai tambahnya untuk daerah,” ujarnya, Senin (27/10).

Ia optimistis, investasi besar seperti ini akan menimbulkan efek berantai bagi ekonomi Kalbar mulai dari penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan industri pendukung, hingga peningkatan pendapatan daerah.

“Ekonomi tumbuh, lapangan kerja terbuka. Tapi tenaga kerja lokal harus jadi prioritas. Masyarakat Kalbar mampu,” tegasnya.

Aloysius juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung jalan, pelabuhan, listrik, dan fasilitas dasar lainnya, agar pembangunan berjalan lancar dan memberi manfaat luas. “DPRD akan mengawal penuh proyek ini,” tambahnya.

Gubernur Kalbar Ria Norsan menyebut pembangunan smelter di Pulau Penebang sebagai momentum kebangkitan ekonomi kepulauan. “Ini pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi Kalbar,” ujarnya.

Menurutnya, proyek ini sejalan dengan visi pembangunan daerah: pemerataan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan kemandirian industri.

Pemerintah Provinsi kini tengah menyiapkan akses laut, jaringan listrik, serta infrastruktur komunikasi, dan melibatkan perguruan tinggi lokal untuk menyiapkan tenaga kerja terampil.

“Kita ingin masyarakat lokal jadi pelaku utama, bukan penonton,” tegas Norsan.

Ia pun yakin, Pulau Penebang kelak akan tumbuh menjadi kawasan industri modern, hijau, dan inklusif. “Kita sedang menuju babak baru. Pulau Penebang akan jadi simbol kemajuan itu,” katanya.

Pengamat ekonomi Universitas Tanjungpura, Andy Kurniawan Bong, menilai proyek smelter ini bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat. “Kalau industri tumbuh, ekonomi berputar. Lapangan kerja terbuka, PDRB naik,” ujarnya.

Menurutnya, dampak ekonomi proyek ini akan merembet ke banyak sektor: transportasi, logistik, perhotelan, rumah makan, hingga UMKM lokal. “Kalau sinerginya kuat, manfaatnya tak berhenti di industri besar,” tambahnya.

Namun, Andy juga memberi catatan penting: industri smelter menuntut tenaga kerja terampil dan berpendidikan vokasi.

“Anak-anak daerah harus disiapkan dari sekarang. Jangan sampai kalah di kandang sendiri,” pesannya.

Ia menekankan pentingnya pemerintah memetakan kebutuhan tenaga kerja sejak dini dan menyiapkan program pelatihan yang relevan. Tanpa itu, peluang kerja bisa direbut oleh pendatang.

Smelter Pulau Penebang bukan hanya investasi fisik bernilai triliunan, tetapi ujian besar bagi kesiapan Kalbar untuk naik kelas.

Jika dikelola dengan baik, proyek ini bisa menjelma menjadi simbol kebangkitan ekonomi Kalimantan Barat, di mana pembangunan tumbuh seiring dengan kesejahteraan masyarakatnya.

Pulau kecil di ujung selatan Kalbar itu kini memikul harapan besar: menjadi jantung industri masa depan, tempat di mana potensi alam dan manusia Kalbar berpadu menuju kemajuan. (den)

Editor : Miftahul Khair
#pulau penebang #bantuan #Ekonomi #smelter bauksit #masyarakat