Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wharton University Kunjungi Yamaha West Java Factory, Pelajari Standar Manufaktur Global dari Indonesia untuk Dunia

Hanif PP • Jumat, 6 Februari 2026 | 15:10 WIB

Peserta Factory Visit dari Wharton School bersama personel Yamaha Indonesia, berfoto setelah kunjungan ke fasilitas produksi.
Peserta Factory Visit dari Wharton School bersama personel Yamaha Indonesia, berfoto setelah kunjungan ke fasilitas produksi.

PONTIANAK POST – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kembali menjadi tujuan kunjungan akademik internasional dengan menerima Factory Visit dari Wharton School, University of Pennsylvania, salah satu sekolah bisnis terkemuka di dunia. Kegiatan ini dilaksanakan pada 14 Januari lalu di Yamaha West Java Factory dan diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari akademisi Wharton serta mahasiswa program MBA (Master of Business Administration).

Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan bagi peserta untuk melihat langsung praktik manufaktur berskala global yang diterapkan oleh Yamaha di Indonesia. Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk memahami bagaimana Yamaha menerapkan manufaktur yang efisien serta strategi lokalisasi proses produksi untuk menjaga daya saing di level global.

“Sebagai manufaktur yang sudah berstandar global, Yamaha Indonesia tidak hanya ingin menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi sesuai kebutuhan konsumen, tetapi kami juga ingin menunjukkan bahwa Yamaha Indonesia terbuka untuk mendukung pertukaran pengetahuan baik secara nasional maupun internasional,” ungkap Takagi Satoshi, Direktur, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Dalam sesi pemaparan dan observasi lapangan, peserta memperoleh gambaran mengenai sistem produksi Yamaha, penerapan efisiensi operasional, pengendalian kualitas, serta konsistensi standar mutu global yang disesuaikan dengan kondisi pasar dan tenaga kerja lokal. Para peserta juga berkesempatan menyaksikan langsung proses produksi di area pabrik, sekaligus berdiskusi mengenai tantangan dan peluang manufaktur di negara berkembang seperti Indonesia.

Baca Juga: Meluncur di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream

Manufaktur Berstandar Global

Melalui kunjungan ini, Yamaha tidak hanya menunjukkan kapabilitas manufaktur nasional di tingkat global, tetapi juga menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pertukaran pengetahuan (Transfer of Knowledge) antara industri dan institusi pendidikan.

Sebagai salah satu peserta dari Factory Visit, Mahasiswa Master of Business Administration di Wharton University, Nathnael Hailu Aga Bulchome, menyampaikan kesan positifnya setelah mengikuti kunjungan ke fasilitas produksi Yamaha. Bagi Nathnael, kunjungan ke fasilitas Yamaha memberikan pengalaman yang mengesankan sekaligus menambah pengetahuan mengenai betapa pentingnya budaya dan nilai-nilai yang perlu ditanamkan dalam sebuah perusahaan.

“Terima kasih banyak Yamaha karena pada hari ini kami diberi kesempatan yang luar biasa untuk melihat seluruh fasilitas Yamaha dan mengetahui banyak nilai-nilai penting serta budaya yang ditanamkan sehingga membuat semuanya terstruktur dan berjalan teratur dari awal hingga akhir, khususnya yang kami pelajari adalah bagaimana proses produksi sebuah sepeda motor dari bahan dasar, terus melalui berbagai tahapan, hingga uji coba terakhir. Ini memberikan pembelajaran yang bernilai dan memperkaya wawasan,” ungkapnya.

Testimoni ini menunjukkan bagaimana kunjungan pabrik Yamaha memberikan pemahaman menyeluruh, tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga nilai dan budaya perusahaan yang diterapkan secara konsisten.

Factory Visit ini diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran wawasan yang berkelanjutan antara Yamaha dan institusi pendidikan, khususnya dalam pengembangan manufaktur masa depan yang melibatkan berbagai stakeholder terkait.(*)

Editor : Hanif
#Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) #yamaha indonesia #kunjungan #Wharton School #akademik #efisiensi #Pengetahuan #Manufaktur Global