PONTIANAK POST - Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307-B1 (Lions Clubs) kembali menunjukkan kepeduliannya akan lingkungan. Lions Clubs telah melakukan penanaman sekitar 54 ribu bibit mangrove di Mempawah (2017) dan Singkawang (2022); serta penanaman lebih dari 1.000 pohon di sepanjang jalan Bandara Singkawang, termasuk menanam pohon ulin di Tugu Khatulistiwa pada 2025. Tahun ini, bertepatan dengan momen hari bumi, 22 April, Lions Clubs kembali menanam 20 ribu bibit mangrove di Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Pada aksi sosial yang digagas Lions Clubs di Pontianak ini, Lions Clubs bekerjasama dengan Kelompok Pelestari Lingkungan Buih Muara untuk bibit mangrove. Serta, Pelangi Kapuas Park sebagai lokasi penanaman. Simbolis penanaman dilakukan pada Sabtu, 18 April 2026.
Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Kubu Raya Yusran Anizam yang mewakili Bupati Kubu Raya Sujiwo, Kadis Lingkungan Hidup Kubu Raya Dedy Hidayat, Kepala Desa Sungai Kupah Ismail, Owner Pelangi Kapuas Park Widodo, Ketua Buih Muara Adi, dan Bhabinkamtibmas Sungai Kupah. Turut hadir Gubernur Distrik 307-B1 Edwin Purwohandianto, Wakil Gubernur Distrik Pertama Eddy Lie, Wakil Gubernur Distrik 2 Juswanto Prananto, dan para pejabat kabinet dan clubs di distrik 307-B1.
"Terima kasih perhatian Lions Clubs yang telah menanam 20 ribu tanaman mangrove di perairan Kubu Raya," kata Yusran Anizam, Sekda Kubu Raya.
Menurutnya, 194 km garis pantai Kubu Raya membutuhkan dukungan dari semua pihak, pemerintah tidak bisa menjaganya sendirian. Abrasi pantai di perairan Kubu Raya luar biasa, sehingga perlu dicegah bersama.
"Pemanasan global menjadi momok bagi umat manusia. Dengan adanya penanaman mangrove ini. Kita turut melestarikan, mengatasi pemanasan global. Mangrove termasuk serapan karbon tertinggi," ujarnya.
Dedy Hidayat, Kadis LH Kubu Raya menambahkan, Kubu Raya salah satu kabupaten dengan habitat mangrove yang cukup luas, sekitar 130 ribu hektar. Sekitar 28 ribu hektar terdapat di Kecamatan Sungai Kakap.
"Berdasarkan data yang kita identifikasi secara spasial dan makro, sekitar ribuan hektar terjadi kerusakan. Sehingga memang perlu mendapat perhatian dan segera kita tindaklanjuti untuk merehabilitasi. Salah satunya dengan penanaman mangrove secara mandiri. Swadaya agar mangrove yang vegetasinya sudah berkurang dan rusak dapat segera kita pulihkan kembali, sehingga ekosistem tercipta kembali. Dapat menjalankan fungsi ekologisnya sebagai habitat ikan, kepiting, dan juga benteng pesisir. Karena Kubu Raya merupakan kabupaten yang mangrove terbesar di Indonesia," katanya.
Edwin Purwohandianto, Gubernur Distrik 307-B1 menyampaikan, aksi sosial lingkungan penanaman bibit mangrove selaras dengan program Lions Club Internasional. Minggu ini merupakan Weeks of Service terhadap environment.
"Sangat terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang telah memberikan kami untuk bisa melayani melakui kegiatan sosial ini. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini menjadi warisan buat anak cucu di masa mendatang," ujarnya.
Riyadi Gouw, Ketua Komite Baksos Mangrove menyampaikan, aksi sosial lingkungan kali ini mengusung tema 'Tumbuh Bersama, Hijaukan Bumi 2.0; Cegah Abrasi, Selamatkan Pantai.'
Ia menekankan, Lions Clubs memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. "Environment merupakan 1 dari 8 fokus service kami di seluruh dunia," katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana atas dukungan dari 43 donatur, baik dari internal maupun eksternal lions clubs.
Ia berterimakasih atas sambutan dan koordinasi yang baik dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terkait kegiatan tersebut.
"Mungkin hari ini tidak semua bibit dapat kami tanam. Penanaman akan dilakukan bertahap dibantu kelompok Buih Muara dan Pelangi Kapuas Park," ujarnya.
Melayani Masyarakat DNA Lions Club
Lions (Lions Clubs) merupakan organisasi nirlaba bersifat pengabdian atau pelayanan dari para relawan untuk masyarakat. Seluruh anggota (para Lion) memposisikan diri sebagai relawan.
Lions didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1917 dengan nama The International Association of Lions Clubs (Lions Clubs Internasional), dan memiliki perwakilan di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Di Indonesia, Lions sudah mengabdi melayani masyarakat yang kurang beruntung sejak 18 November 1969 dengan nama Lions Club of Djakarta (Lions Club Jakarta Host) dan pada tanggal 1 Juli 1975 Lions Clubs Indonesia didirikan di Jakarta.
Terhitung tanggal 30 April 2013 Badan Hukum Perkumpulan Lions Indonesia Multi Distrik 307 disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-82.AH.01.07.Tahun 2013, tanggal 30 April 2013.
Lions adalah akronim dari Liberty, Intelligence, Our Nation, Safety yang mengandung arti Kebebasan, Kecerdasan (untuk) Keselamatan Bangsa Kita.
Di dalam lingkungan organisasi nirlaba di mana saja, para Lion dikenal sebagai anggota masyarakat yang selalu peduli dan siap melayani berbagai kepentingan masyarakat setempat, masyarakat suatu negara, dan masyarakat dunia.
Para Lion ini adalah pribadi-pribadi yang berasal dari berbagai lingkungan profesi, bangsa, dan agama yang peduli terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di tingkat lokal, para Lion bergabung dalam suatu Lions Club. Di Indonesia seluruh Lions Club yang ada bergabung dalam Perkumpulan Lions Indonesia Mukti Distrik 307. Yang terbagi menjadi 5 distrik, yaitu Distrik 307-A1, Distrik 307-A2, Distrik 307-B1, Distrik 307-B2, dan Distrik 307-C.
Di tingkat internasional, semua Lions Club bergabung dalam Lions Clubs Internasional yang berkantor pusat di Oakbrook, Illinois, Amerika Serikat.
Lions Clubs Internasional memiliki 8 fokus utama program kegiatan pelayanan, yaitu diabetes, environment, hunger, vision, childhood cancer, LCIF disaster relief, LCIF humanitarian efforts, dan LCIF Youth.
Di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak, Lions sudah mengabdi dan melayani masyarakat yang kurang beruntung sejak tahun 1999.
Selama sekitar 27 tahun para Lion (member) telah melakukan pengabdian / pelayanan bagi yang kurang beruntung di Pontianak.
Per Januari 2026, terdapat 8 Clubs Lions dan 3 Clubs Leo dengan jumlah sekitar 250 anggota di Kota Pontianak, termasuk branch club di Kota Singkawang. (*)
Editor : Hanif