Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

AO PNM Jadi Ujung Tombak Dalam Menghidupkan Usaha Kecil di Tingkat Tapak

Mirza Ahmad Muin • Senin, 18 Mei 2026 | 15:35 WIB
Account Officer PNM mendampingi ibu-ibu prasejahtera yang berjuang menghidupi keluarga melalui usaha kecil. (ISTIMEWA)
Account Officer PNM mendampingi ibu-ibu prasejahtera yang berjuang menghidupi keluarga melalui usaha kecil. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Account Officer Permodalan Nasional Madani (PNM) memiliki peran penting dalam menghidupkan perekonomian tingkat tapak. Melalui geliat pemberdayaan usaha kecil masyarakat, keberadaan mereka mampu memunculkan unit usaha kecil di lingkup masyarakat.

Di tengah masih besarnya tantangan sosial ekonomi yang dihadapi keluarga prasejahtera di Indonesia, akses terhadap pendampingan dan pemberdayaan untuk usaha kecil menjadi hal yang sangat berarti.

Pada saat yang sama, usia 17 hingga 25 tahun kerap menjadi fase ketika banyak anak muda masih mencari arah, mengenali diri, dan menikmati masa peralihan menuju dewasa.

Baca Juga: PNM Gelar Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, Berdayakan 1.000 Pengusaha UMKM

Namun di berbagai pelosok negeri, ada anak-anak muda yang memilih mengambil peran lebih cepat. Mayoritas merupakan lulusan SMA/SMK, dan mereka memilih menjadi Account Officer PNM untuk mendampingi ibu-ibu prasejahtera yang berjuang menghidupi keluarga melalui usaha kecil.

Dengan langkah yang tidak selalu ringan, mereka mendampingi ibu-ibu prasejahtera yang sedang berjuang membangun usaha kecil sebagai jalan keluar dari jerat kemiskinan.

Menjadi AO bukan pekerjaan mudah. Ada hari-hari ketika lelah datang lebih dulu daripada istirahat, ketika waktu terasa berkejaran, dan ketika mereka harus belajar menjadi dewasa lebih cepat dari teman sebaya.

Terik matahari, jalan rusak, perjalanan panjang berkilometer, hingga medan yang tidak selalu ramah menjadi bagian dari rutinitas mereka. Namun dibalik semua itu, ada tujuan yang terus dijaga.

Baca Juga: APBN Perkuat Akses Permodalan UMKM dan Pembiayaan Rumah Layak Huni di Kalbar

Bertemu senyum ibu nasabah, memastikan usaha mereka tetap berjalan, dan membantu keluarga kecil di berbagai sudut negeri memiliki harapan yang lebih baik.

Di lapangan, tantangan tidak hanya berhenti pada jarak dan cuaca. Tidak sedikit AO menghadapi dinamika pertemuan kelompok, mulai dari nasabah yang tidak hadir karena keperluan mendesak, usaha yang belum berjalan maksimal, hingga kondisi keluarga yang mempengaruhi kemampuan ibu-ibu dalam mengelola usahanya.

Pada titik inilah peran AO menjadi lebih dari sekedar petugas pendamping. Mereka hadir untuk mendengar, menguatkan, dan membersamai proses jatuh bangun para ibu, agar setiap langkah kecil tetap punya arah menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Hubungan yang terbangun pun sering kali melampaui urusan pekerjaan. Tak sedikit ibu nasabah yang menganggap AO seperti anak sendiri, menyambut mereka dengan hangat, menitipkan cerita, bahkan menjadikan pertemuan sederhana sebagai ruang saling menguatkan.

Dari sana, terlihat bahwa pemberdayaan bukan hanya tentang modal usaha, tetapi juga tentang kehadiran manusia yang mau berjalan bersama. Di tangan para AO muda ini, pendampingan menjadi wajah lain dari kepedulian. Tidak selalu besar dalam sorotan, tetapi nyata dalam kehidupan keluarga-keluarga pengusaha kecil. (iza/ser)

Editor : Miftahul Khair
#Account Officer Permodalan Nasional Madani #unit usaha kecil #perekonomian tingkat tapak