PONTIANAK POST – Mukti Plantation Group mempererat koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat guna menjaga kondusivitas kawasan perkebunan sawit sekaligus mencegah munculnya konflik sosial di lapangan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Coffee Morning yang mempertemukan unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta manajemen perusahaan di Cafe Anak Rantau, Kota Baru, Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi.
Forum tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dari Kecamatan Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, dan Sokan. Hadir pula sejumlah kepala desa yang wilayahnya berada di sekitar area operasional perusahaan yang mencakup PT AAK, PT AHL, PT AKM, dan PT BSU.
Baca Juga: Mukti Plantation Dukung Kelestarian Budaya Lokal Lewat Lomba Sampan di Melawi
Manajer External Relation Mukti Plantation Group, Suhadi SW, mengatakan persoalan sosial yang kerap muncul di sektor perkebunan memiliki karakteristik yang hampir serupa, mulai dari sengketa lahan, kemitraan plasma, batas administrasi desa hingga pembagian hasil usaha.
Menurutnya, komunikasi yang berkesinambungan antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci penting agar setiap persoalan dapat diidentifikasi dan diselesaikan lebih awal.
"Pertemuan dengan stakeholder dan para pemangku kepentingan perlu dilakukan secara rutin. Selain untuk mempererat silaturahmi, juga membangun kebersamaan sehingga apabila muncul persoalan sosial di masyarakat dapat diselesaikan sejak dini tanpa harus melalui mekanisme formal yang panjang," ujarnya.
Suhadi menilai pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dunia usaha dan kalangan akademisi juga memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan masyarakat.
Baca Juga: Mukti Plantation Sebar Kebaikan dalam Iduladha 1447H
Ia menjelaskan bahwa dunia usaha berkontribusi melalui penciptaan lapangan kerja, pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga pembayaran pajak yang mendukung pembangunan daerah.
"Karena itu mari kita saling mendukung, saling mengingatkan dan saling berkontribusi agar negara semakin maju. Jika ada persoalan, mari dibicarakan dengan kepala dingin dan hati yang lapang sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan semua pihak," katanya.
Camat Tanah Pinoh, Budiman, mengapresiasi inisiatif perusahaan yang membuka ruang dialog bersama para pemangku kepentingan di wilayah tersebut.
Menurut mantan wartawan Pontianak Post itu, forum komunikasi seperti Coffee Morning perlu dilaksanakan secara berkala agar informasi dan kebijakan perusahaan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
"Pertemuan seperti ini jangan berhenti sampai di sini. Akan lebih baik jika dilaksanakan setiap dua atau tiga bulan sekali sehingga kebijakan perusahaan dapat dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman," ujarnya.
Budiman menambahkan, banyak persoalan sosial yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui pendekatan musyawarah dan dialog tanpa harus berujung pada proses hukum.
Baca Juga: Mukti Plantation Serahkan Tanah Kas Desa kepada 9 Pemdes di Ketapang
"Banyak persoalan sosial yang sebenarnya tidak harus diselesaikan melalui jalur peradilan. Penyelesaiannya bisa dilakukan dengan pendekatan restoratif dan musyawarah. Namun apabila pelanggaran terus berulang dengan pelaku yang sama, kami siap mendukung langkah yang diambil perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Dalam sesi diskusi, sejumlah kepala desa menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan perusahaan untuk masyarakat sekitar.
Program tersebut antara lain perbaikan akses jalan menuju desa, pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Pontianak dan Singkawang, serta bantuan pemberdayaan ekonomi berupa ternak kambing, babi, dan budidaya ikan.
Selain itu, peserta juga menyambut positif rencana Area Manager Mukti Plantation Melawi, Rudolf Sihombing, yang akan menggelar pelatihan budidaya kelapa sawit bagi masyarakat.
Baca Juga: Mukti Group Peduli Dunia Pendidikan: Berikan Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMAN 1 Sokan
Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola kebun secara lebih efektif, mulai dari pemilihan bibit unggul hingga teknik perawatan tanaman yang tepat sehingga produktivitas dapat meningkat.
Melalui forum komunikasi ini, Mukti Plantation berharap hubungan antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat tetap terjaga dengan baik. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendukung iklim investasi yang sehat sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Melawi. (*)
Editor : Miftahul Khair