Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mukti Plantation dan Muspika Melawi Bangun Kebersamaan

Hanif PP • Selasa, 9 Juni 2026 | 14:06 WIB
Mukti Plantation terus membangun kebersamaan dengan Muspika Melawi, salah satunya melakukan kegiatan coffee morning, belum lama ini.
Mukti Plantation terus membangun kebersamaan dengan Muspika Melawi, salah satunya melakukan kegiatan coffee morning, belum lama ini.

PONTIANAK POST - Manajemen Mukti Plantation dan Muspika Kabupaten Melawi menggelar coffee morning di Cafe Anak Rantau Kota Baru, Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi, Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ditujukan untuk membangun kebersamaan dan sinergi antara perusahaan dan pemerintah, sebagai bentuk antisipasi akan potensi konflik terbuka. Investasi perkebunan di Indonesia tak lepas dari potensi konflik sosial sejenis, seperti tumpang tindih lahan, plasma, batas antara desa, atau pembagian SHU.

Manajer Eksternal Relation, Drs Suhadi SW Msi memandu coffee morning. Kegiatan dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, dan Sokan; serta para kepala desa yang wilayahnya ada kebun sawit milik Mukti Plantation Group (PT AAK, PT AHL, PT AKM, dan PT BSU).

Mukti Plantation Group menggelar coffee morning bersama Pemerintah Kecamatan, desa dan manajemen anak perusahaan di Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi. (ISTIMEWA)
Mukti Plantation Group menggelar coffee morning bersama Pemerintah Kecamatan, desa dan manajemen anak perusahaan di Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi. (ISTIMEWA)

“Pertemuan dengan stakeholder dan pemangku kepentingan ini untuk terus merajut tali silaturahmi, sekaligus membangun kebersamaan. Harapannya, ketika ada masalah sosial kemasyarakatan dapat diselesaikan secara dini, tanpa harus dilakukan secara formal,” ujar Suhadi.

Ia mengutip pendapat Plato, filsuf Yunani Kuno, dimana ‘suatu negara akan kokoh dan jaya bila ditopang oleh tiga kekuatan utama’. Pertama, kaum cerdik pandai yang berkontribusi untuk negara melalui penelitian atau karya ilmiah.

Kedua, birokrasi yang kuat. Jika birokrat bekerja sesuai aturan, tidak ada korupsi, kolusi, nepotisme, gratifikasi, membebani masyarakat, memberikan pelayanan tulus iklas, serta tindakannya tidak bertentangan dengan norma hukum dan agama; maka negara akan kokoh dan jaya.

Ketiga, entrepreneur atau pengusaha. Kelompok ini bisa berkontribusi dalam menampung tenaga kerja, menciptakan lapangan kerja baru, menyalurkan tanggung jawab sosial (CSR), lancar membayar pajak; maka negara akan mampu membangun berbagai fasilitas untuk masyarakat.

“Karenanya, mari kita bersatu padu, saling mendukung, saling mengingatkan, dan saling berkontribusi agar negara kita ini semakin kokoh dan semakin jaya. Jika ada hal-hal yang perlu dibicarakan mari bicara dengan kepala dingin dan hati lapang. Tidak perlu harus melakukan tindakan yang justru akan menjerat dirinya sendiri,” katanya.

Baca Juga: Mukti Plantation Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah dan Desa untuk Cegah Konflik Sosial

Hal senada disampaikan Area Manager Mukti Plantation Melawi, Rudolf Olto Sihombing. Ia menegaskan, perusahaan terus berkomitmen menjalin hubungan baik dengan masyarakat dan pemerintah daerah sekitar. Perusahaan komit menyerap tenaga kerja lokal, mengangkat tenaga kerja lokal yang berpotensi untuk menjadi asisten dan staf kebun, serta membantu perbaikan jalan dan kegiatan kemasyarakatan yang ada. “Komitmen kami akan terus menjalin sinergi yang baik,” ujarnya. 

Masyarakat turut merespon positif penawaran Rudolf terkait pelatihan cara berkebun sawit. Pelatihan ini ditujukan agar masyarakat tidak salah memilih bibit sawit dan memperoleh hasil maksimal dalam berkebun.

Camat Tanah Pinoh, Budiman, menyambut baik kegiatan coffee morning. Ia berharap pertemuan tersebut bisa menjadi agenda rutin. Kegiatan ini penting agar jika perusahaan ada kebijakan yang telah diformulasikan dapat dikomunikasikan dengan baik dalam forum, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

“Ini wadah menampung keluhan dan cari solusi yang solutif. Banyak permasalahan sosial yang penyelesaiannya tidak harus melalui peradilan, tetapi bisa secara restorastive justice. Namun jika masalahnya berulang dengan pelaku sama, maka pihaknya siap mendukung langkah perusahaan,” katanya.

Hal senada disampaikan beberapa kepala desa dan peserta coffee morning. Mereka berterimakasih atas respon cepat Mukti Plantation pada harapan masyarakat. Diantaranya perbaikan jalan menuju desa, pemberian beasiswa di perguruan tinggi Pontianak dan Singkawang, serta berbagai bantuan lainnya, seperti pemberian ternak kambing, babi, dan ikan. Semua upaya dan dukungan Mukti Plantation ini memberikan manfaat sangat besar bagi masyarakat. (mde/ser)

Editor : Hanif
#melawi #Coffee Morning #konflik sosial #sinergi #Mukti Plantation