Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

IPOT Masuk Dunia Esports: Hadir di Kapolda Jateng Cup 2026, Bidik Gen Z yang Gemar Investasi tapi Rentan FOMO

Aristono Edi Kiswantoro • Rabu, 17 Juni 2026 | 16:53 WIB
Venue Kapolda Jateng Cup 2026 di kawasan De Tjolomadoe, Surakarta, yang akan menjadi pusat kompetisi esports sekaligus edukasi literasi keuangan dan investasi bagi generasi muda.
Venue Kapolda Jateng Cup 2026 di kawasan De Tjolomadoe, Surakarta, yang akan menjadi pusat kompetisi esports sekaligus edukasi literasi keuangan dan investasi bagi generasi muda.

PONTIANAK POST - Lonjakan jumlah investor muda di Indonesia ternyata belum sepenuhnya diiringi pemahaman keuangan yang memadai. Melihat fenomena tersebut, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menggandeng ajang Kapolda Jateng Cup 2026 untuk memperluas literasi finansial di kalangan komunitas esports dan generasi Z.

Turnamen esports regional yang digelar di De Tjolomadoe, Surakarta, pada 20 Juni 2026 itu akan menjadi sarana edukasi keuangan melalui program "Cerdas Finansial Bersama IPOT" yang menggabungkan investasi, kecerdasan buatan (AI), dan literasi digital.

Langkah ini berangkat dari realitas bahwa komunitas esports dan investor pasar modal saat ini sama-sama didominasi generasi muda. Namun, tingginya partisipasi tersebut dinilai belum diimbangi pemahaman yang cukup terkait risiko dan pengelolaan keuangan.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tingkat inklusi keuangan kelompok usia 18-25 tahun telah mencapai 89,96 persen. Namun, tingkat literasi keuangan mereka baru berada di angka 73,22 persen.

Kesenjangan hampir 17 persen tersebut menjadi indikator masih banyak anak muda yang menggunakan produk keuangan tanpa memahami cara kerja maupun risikonya.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menyebut fenomena tersebut sebagai "Joining Without Understanding" atau kecenderungan ikut berinvestasi karena tren tanpa bekal pengetahuan yang memadai.

Menurutnya, maraknya pembukaan rekening investasi secara digital, pengaruh media sosial, rekomendasi teman, hingga konsumsi konten edukasi singkat telah menciptakan ilusi pemahaman di kalangan investor pemula.

"Masih banyak anak muda yang mulai berinvestasi karena dorongan tren, rekomendasi teman, atau informasi singkat di media sosial tanpa memahami risiko dan prinsip dasar pengelolaan keuangan," ujar Moleonoto.

Ia menilai kondisi tersebut membuat pertumbuhan jumlah investor jauh lebih cepat dibandingkan peningkatan kualitas literasi keuangan.

Melalui Kapolda Jateng Cup 2026, IPOT ingin mendekati generasi muda menggunakan bahasa yang lebih relevan dengan keseharian mereka, yakni dunia gim dan esports.

"Komunitas esports memiliki banyak karakteristik yang dibutuhkan dalam dunia investasi, seperti disiplin, fokus, dan kemampuan membaca strategi. Kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi kompetensi finansial yang relevan untuk masa depan," katanya.

Selama turnamen berlangsung, IPOT bersama Infinix akan menghadirkan booth interaktif, photobooth berbasis AI, edukasi investasi dari panggung utama, hingga konsultasi langsung dengan penasihat keuangan berlisensi.

Selain memperkenalkan investasi, kegiatan tersebut juga akan membahas ancaman investasi ilegal, penipuan digital, phishing, hingga bahaya judi online yang kerap menyasar kelompok usia muda.

IPOT juga memperkenalkan berbagai fitur berbasis AI yang diklaim dapat membantu investor mengambil keputusan investasi secara lebih terukur, termasuk sistem analisis pasar real-time, manajemen risiko otomatis, serta perlindungan keamanan digital berlapis.

Dengan aset kelolaan mencapai sekitar Rp312 triliun dan lebih dari satu juta nasabah aktif, IPOT menilai pemanfaatan teknologi AI dapat menjadi salah satu cara untuk mempersempit kesenjangan antara tingginya minat investasi dan rendahnya pemahaman keuangan di kalangan generasi muda.

Melalui kolaborasi dengan komunitas esports, perusahaan berharap anak muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk membangun kemandirian finansial di masa depan. **

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#kapolda jateng cup 2026 #literasi keuangan #Gen Z #IPOT #Esports