Pengembangan Agribisnis Ayam Petelur Perkuat Kemandirian Ekonomi Desa

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 14:32 WIB
Masyarakat Desa Siantau mengikuti pelatihan peningkatan produk bernilai tambah untuk mendorong kemandirian ekonomi. AMNL bersama KUB Siantau Raya perkuat komitmen melalui program Pertanian Ekologi Terpadu (PET) peternakan ayam petelur. (ISTIMEWA)
Masyarakat Desa Siantau mengikuti pelatihan peningkatan produk bernilai tambah untuk mendorong kemandirian ekonomi. AMNL bersama KUB Siantau Raya perkuat komitmen melalui program Pertanian Ekologi Terpadu (PET) peternakan ayam petelur. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Pengembangan agribisnis ayam petelur berbasis masyarakat terus membuka peluang ekonomi baru bagi warga Desa Siantau Raya, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Melalui Program Pertanian Ekologis Terpadu (PET) PT Agrolestari Mandiri (AMNL) bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Siantau Raya dan Forum Komunikasi Pemandu Pertanian Ekologis Terpadu (FKPPET), memperkuat pemberdayaan masyarakat dengan mendorong pengembangan usaha dari hulu hingga hilir, termasuk melalui pelatihan diversifikasi produk berbahan baku dari hasil peternakan ayam petelur.

Pelatihan yang melibatkan anggota KUB Siantau Raya, tim penggerak PKK, serta dharma wanita Sungai Kelik Estate. bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil peternakan menjadi produk bernilai tambah sehingga mampu memperkuat usaha, meningkatkan pendapatan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Baca Juga: Sinar Mas Agribusiness and Food Raih PAACLA Award 2026 atas Komitmen Mewujudkan Perkebunan Ramah Anak

Salah satu capaian penting program ini adalah lahirnya empat peternak muda yang menjadi pengelola utama usaha ayam petelur sekaligus pelopor regenerasi pelaku agribisnis di Desa Siantau Raya. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa sektor peternakan mampu menjadi pilihan usaha yang menjanjikan bagi generasi muda apabila didukung melalui pendampingan, penguatan kapasitas, dan kolaborasi berbagai pihak.

Menurut, Kaswadi, Estate Manager Sungai Kelik Estate, program ini merupakan kelanjutan dari Program Pertanian Ekologis Terpadu (PET) yang telah diinisiasi AMNL sejak 2016, dan terus berkembang mengikuti potensi dan kebutuhan masyarakat.

“Sejak tahun 2024 program difokuskan pada pengembangan sumber ekonomi alternatif melalui budidaya ayam petelur, mulai dari aspek hulu hingga hilir. Tidak hanya meningkatkan produksi, kami juga mendorong masyarakat menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai tambah agar manfaat ekonomi yang diterima semakin besar dan berkelanjutan. Harapannya, semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang melihat sector agribisnis sebagai peluang usaha yang menjanjikan,” ucap Kaswadi.

Pengembangan usaha ini menerapkan pendekatan model agribisnis berbasis masyarakat yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan kesejahteraan. Selain meningkatkan produksi ayam petelur, program juga mengoptimalkan pemanfaatan hasil samping peternakan sehingga menciptakan sistem ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Baca Juga: Ratusan Warga Marau Antusias Ikut Layanan Kesehatan Gratis dari Sinar Mas dan Buddha Tzu Chi

Usaha ini diapresiasi Norrahman, perwakilan Desa Siantau, Norrahman yang aktif mengikuti program.

“Melalui pelatihan diversifikasi produk ini, kami belajar bahwa hasil peternakan tidak hanya berhenti pada penjualan telur, tetapi dapat juga diolah menjadi berbagai produk dengan nilai tambah. Kami berharap ilmu yang kami dapat bisa menjadi bekal untuk terus berinovasi sehingga semakin banyak produk lokal yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” ucap Norrahman.

Sejak program ini dikembangkan, produksi telur meningkat dari 13.410 butir menjadi 36.125 butir per bulan, bahkan sempat mencapai produksi tertinggi sebanyak 37.755 butir per bulan.

Selain peningkatan produksi, masyarakat juga berhasil mengembangkan berbagai produk turunan seperti telur asin, kerupuk telur, amplang ayam, bakso ayam, kompos organik, hingga bibit ayam (day-old chick/DOC) mandiri. Pemanfaatan limbah peternakan menjadi kompos organik memperkuat penerapan ekonomi sirkular sekaligus mengurangi limbah yang dihasilkan.

Ke depan, AMNL akan terus memperkuat kolaborasi bersama para mitra untuk meningkatkan kapasitas kelompok, memperluas diversifikasi produk, serta mengembangkan model agribisnis berbasis ekonomi sirkular yang mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Pengalaman KUB Siantau Raya menunjukkan bahwa regenerasi peternak muda, pemberdayaan perempuan, peningkatan ekonomi desa, dan penguatan ketahanan pangan dapat berjalan secara bersamaan serta berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya. (mse/r)

Editor : Miftahul Khair
Program Pertanian Ekologis Terpadu agribisnis ayam petelur Sinar Mas Agribusiness and Food PT Agrolestari Mandiri