Isuzu Fokus Maksimalkan Uptime Kendaraan Niaga Lewat Penguatan Layanan Purna Jual di Indonesia

Hanif PP • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 10:16 WIB
Vice President Director  PT. Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Anton Rusli (tengah), Direktur Solusi Bisnis dan LCV Bisnis Anjar Rosjadi (kiri), dan Business Strategy Division Head Rian Erlangga (kanan) berbincang hangat pada gelaran GIIAS 2026, Rabu (29/7), di ICE BSD Tangerang Selatan. (ISTIMEWA)
Vice President Director PT. Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Anton Rusli (tengah), Direktur Solusi Bisnis dan LCV Bisnis Anjar Rosjadi (kiri), dan Business Strategy Division Head Rian Erlangga (kanan) berbincang hangat pada gelaran GIIAS 2026, Rabu (29/7), di ICE BSD Tangerang Selatan. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Bagi kendaraan komersial, setiap menit kendaraan berhenti beroperasi berarti berpotensi hilangnya pendapatan bagi pelaku usaha. Berbeda dengan kendaraan penumpang yang masih memiliki alternatif mobilitas.

“Truk dan kendaraan niaga merupakan aset produktif yang menopang kegiatan bisnis pelanggan, makanya uptime menjadi sesuatu yang penting,” tutur Direktur Solusi Bisnis dan LCV Bisnis PT. Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Anjar Rosjadi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/7).

Hal itu menjadi alasan PT. IAMI mengubah pendekatan layanan after-sales yakni memastikan kendaraan pelanggan dapat beroperasi semaksimal mungkin. Strategi ini diyakini mereka, menjadi salah satu kunci yang bisa meningkatkan kepuasan pelanggan, sekaligus mendukung pertumbuhan penjualan kendaraan niaga Isuzu.

Baca Juga: Gebrakan Baru VinFast di Indonesia: Luncurkan 3 Motor Listrik Garansi 6 Tahun dan Fitur Swap Baterai

Diungkapkan dia, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo), penjualan Isuzu sepanjang paruh pertama 2026 mencapai 13.300 unit atau naik 18,89 persen dari periode yang sama tahun lalu sekitar 11.186 unit.

Strategi itu mereka wujudkan melalui perluasan jaringan layanan after sales di seluruh Indonesia. Hingga saat ini Isuzu telah memiliki 129 outlet 3S (sales, service, spareparts), 4 Part Depot (di Makassar, Medan, Palembang, dan Pontianak), 165 Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), 181 Bengkel Mitra Isuzu (BMI), serta 2.167 Part Shop yang tersebar di berbagai daerah. Luasnya jaringan after sales Isuzu itu membuat unit entry di bengkel mereka terus meningkat.

Sepanjang semester I 2026, terjadi pertumbuhan unit entry sebesar 10 persen, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Fokus kami bukan hanya menjual kendaraan, tetapi memastikan bisnis pelanggan tetap beroperasi. Karena ketika kendaraan berhenti, bisnis pelanggan juga ikut terganggu," kata dia.

Diakui Anjar, disiplin pelanggan dalam melakukan perawatan berkala, pengelolaan armada yang baik, hingga perilaku pengemudi juga sangat menentukan produktivitas kendaraan. Untuk memperkuat layanan, mereka juga menawarkan kontrak servis bagi pelanggan armada atau fleet customer. Program tersebut membantu pelanggan memperoleh kepastian biaya perawatan, sekaligus mengurangi dampak fluktuasi harga suku cadang melalui paket layanan yang lebih kompetitif.

Baca Juga: Daihatsu Bawa Tiga Mobil Konsep dari Jepang ke GIIAS 2026, Usung Visi Mobilitas Masa Depan

Tahun ini Isuzu sudah menambah 22 unit BIB, dari semula 140 unit menjadi 166 unit dengan investasi sekitar Rp400 juta perunit BIB atau total sekitar Rp8 miliar. Menurut Anjar, strategi layanan jemput bola lewat BIB itu menjadi salah satu pembeda Isuzu dibandingkan kompetitor.

Anjar memastikan jika keberadaan BIB menjadi salah satu keunggulan Isuzu. Melalui layanan ini, digambarkan dia bagaimana teknisi dapat mendatangi lokasi pelanggan, sehingga proses perawatan maupun perbaikan tidak harus menunggu kendaraan masuk ke bengkel.

Keunggulan layanan BIB ini juga diakui Tiffany N, pemilik perusahaan PT. Central Indo Fajar, distributor transporter semen yang beroperasi di Sulawesi Selatan. Diungkapkan dia, bagaimana teknisi BIB sering datang memperbaiki armadanya yang mogok di jalan, sehingga bisa fit kembali.

Pada kesempatan terpisah, Business Strategy Division Head PT. IAMI Rian Erlangga, mengakui, kuatnya layanan aftersales membuat penerimaan customer terhadap produk Isuzu terus meningkat. Fakta ini, diakui dia, terjadi dalam 10 tahun belakangan ini. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan Traga yang melonjak 27,66 persen dari 4.867 menjadi 6.213 unit, Elf sebesar 19,23 persen dari 4.644 menjadi 5.537 unit, dan Giga naik 7,46 persen dari 1.675 menjadi 1.550 unit. Market Giga naik 15,2 persen, Traga (4,4 persen), dan Elf (49 persen). (ote/ser)

Editor : Hanif
uptime Isuzu layanan kendaraan Purna Jual