PONTIANAK POST — Upaya mengurangi risiko banjir tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Pengelolaan drainase sederhana di lingkungan rumah dapat menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi banjir.
Pesan tersebut menjadi salah satu fokus kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Johor Bahru, Malaysia, 4 Agustus 2026.
Mengusung tema “Sosialisasi Mitigasi Banjir Berbasis Rumah Tangga melalui Edukasi Drainase Sederhana di Johor Bahru, Malaysia”, kegiatan tersebut diikuti oleh dosen dan mahasiswa kelas internasional UTM.
Kegiatan diketuai Hj. Eva Ryanti, S.T., M.T., dengan menghadirkan Innino Justitiannisa, S.ST., M.Tr.T., sebagai pemateri dari Politeknik Negeri Pontianak.
Dalam pemaparannya, Innino menjelaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengurangi risiko banjir sejak dari lingkungan tempat tinggal. Peserta diperkenalkan pada pemahaman dasar mengenai aliran air di sekitar rumah serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga fungsi drainase.
Menurutnya, kondisi saluran drainase di lingkungan permukiman perlu menjadi perhatian bersama. Saluran yang tidak terawat atau terhambat dapat memengaruhi kelancaran aliran air dan meningkatkan potensi terjadinya genangan saat hujan maupun ketika terjadi limpasan air.
Karena itu, edukasi mengenai drainase sederhana di tingkat rumah tangga dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa mitigasi bencana dapat dilakukan melalui tindakan-tindakan praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Borneo Harapan Nusantara Siap Jadi Mitra Pemerintah Kawal Pembangunan Kalbar
“Mitigasi banjir dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk rumah dan saluran drainase di sekitarnya,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selain edukasi dari Polnep, perwakilan UTM turut memberikan materi mengenai kesiapsiagaan individu dalam menghadapi kondisi darurat akibat banjir.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika banjir terjadi, mulai dari menjaga ketenangan, mengambil keputusan secara tepat, hingga mengenali berbagai barang di sekitar yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses penyelamatan diri.
Kedua materi tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi. Polnep menitikberatkan pada upaya mengurangi risiko banjir melalui pengelolaan drainase sederhana berbasis rumah tangga, sementara UTM membekali peserta dengan pengetahuan mengenai kesiapsiagaan individu ketika menghadapi situasi darurat.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi interaksi dan diskusi. Dosen dan mahasiswa kelas internasional UTM berkesempatan bertukar pengalaman mengenai kondisi banjir serta tantangan pengelolaan lingkungan di wilayah masing-masing.
Pertukaran pengetahuan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan banjir tidak hanya membutuhkan pendekatan teknis, tetapi juga kesadaran dan kesiapan masyarakat sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.
Kegiatan ditutup dengan pemberian cinderamata sebagai bentuk apresiasi dan penguatan hubungan antara Politeknik Negeri Pontianak dan Universiti Teknologi Malaysia. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Melalui kegiatan PKM Internasional ini, Jurusan Teknik Sipil Polnep turut memperluas kontribusinya dalam menyebarluaskan pengetahuan praktis mengenai mitigasi banjir. Selain menjadi wadah berbagi ilmu, kegiatan tersebut juga memperkuat jejaring kerja sama akademik internasional antara Polnep dan UTM.
Edukasi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir sekaligus menumbuhkan budaya tanggap bencana yang dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni rumah tangga.
Editor : Rafael B. Junior