PONTIANAK POST – Penggunaan kredit digital di Indonesia menunjukkan kecenderungan yang relatif sehat. Hal itu tercermin dari rasio utang terhadap pendapatan atau Debt-to-Income Ratio (DTI) pengguna Kredivo yang berada di kisaran 10–19 persen dari total pendapatan.
Temuan tersebut berdasarkan Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo yang disusun Kredivo Group bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI). Studi itu mengkaji dampak satu dekade perjalanan Kredivo di Indonesia.
Selain rasio utang, studi mencatat 58,7 persen pengguna yang teraktivasi dan bertransaksi pada 2023 memperoleh kenaikan limit. Kenaikan tersebut dikaitkan dengan rekam jejak pembayaran yang disiplin.
Studi juga menyebutkan 65,7 persen pengguna Kredivo tergolong well-literate secara finansial. Temuan itu menunjukkan perluasan akses kredit digital dapat berjalan bersamaan dengan perilaku penggunaan kredit yang bertanggung jawab.
Baca Juga: BCA dan Blibli Tiket Luncurkan Kartu Kredit untuk Generasi Muda
Co-Founder sekaligus Presiden Direktur Kredivo Indonesia, Umang Rustagi mengatakan, kontribusi industri kredit digital tidak hanya dapat dilihat dari besarnya penyaluran kredit, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan.
“Kehadiran Kredivo selama satu dekade ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kredit,” ujarnya. Kredit digital juga disebut dapat membantu masyarakat membangun riwayat kredit dan memenuhi kebutuhan produktif.
Studi tersebut mencatat jumlah pengguna yang memperoleh akses kredit pertama melalui Kredivo pada 2025 meningkat 10 kali lipat dibandingkan 2019.
Dari pengguna yang memperoleh akses kredit pertama itu, 48 persen merupakan perempuan dan 57 persen berusia di bawah 30 tahun. Kedua kelompok tersebut disebut sebagai segmen yang secara historis menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kredit karena minimnya riwayat keuangan.
Sebanyak 23 persen pengguna juga mengaku akses melalui Kredivo mempermudah mereka memperoleh layanan kredit formal lainnya.
Pada segmen UMKM, sebanyak 40,6 persen peminjam modal usaha memperoleh akses kredit usaha pertama melalui Kredivo.
Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI, Paksi Walandouw mengatakan, perempuan, generasi muda, dan pelaku UMKM merupakan kelompok yang relatif sulit dijangkau sistem keuangan formal.
"Yang terpenting bukan sekadar terbukanya akses, tetapi bagaimana akses tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha," kata Paksi.
Studi juga menemukan adanya peningkatan pemanfaatan kredit untuk kebutuhan produktif. Porsi kredit produktif yang disalurkan melalui Kredivo meningkat dari 52,3 persen pada 2019 menjadi 54,3 persen pada 2025.
Pemanfaatan tersebut antara lain untuk kebutuhan kesehatan, pendidikan, renovasi rumah, dan modal usaha.
Dalam periode yang sama, jumlah pengguna yang memanfaatkan kredit sebagai modal usaha meningkat 15 kali lipat.
Paksi mengatakan, lebih dari separuh kredit yang disalurkan melalui Kredivo digunakan untuk kebutuhan produktif. “Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan pemanfaatan kredit digital dari pemenuhan kebutuhan jangka pendek menuju pembentukan kapasitas ekonomi jangka panjang,” jelasnya.
Head of Marketing Kredivo, Indina Andamari menambahkan, pihaknya mendorong penggunaan layanan kredit secara bertanggung jawab melalui edukasi, inovasi produk, dan praktik penyaluran kredit yang prudent.
Studi tersebut juga mencatat kontribusi Kredivo terhadap aktivitas ekonomi nasional. Pada 2025, Kredivo disebut memberikan kontribusi sekitar Rp33 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Nilai itu meningkat hampir 10 kali lipat dibandingkan 2019.
Di sektor UMKM, sebanyak 96,9 persen peminjam modal usaha merupakan pelaku usaha mikro. Sebanyak 34 persen di antaranya dilaporkan mengalami peningkatan omzet sebesar 10–40 persen.
Sementara itu, jaringan merchant Kredivo disebut tumbuh 16 kali lipat sejak 2019 dan telah menjangkau 446 kabupaten/kota, terutama di wilayah tier 2 dan 3.
Studi juga mencatat posisi layanan PayLater Kredivo yang disebut berkontribusi sekitar 30 persen terhadap total outstanding PayLater nasional pada Februari 2026.
“Adapun melalui layanan Pinjaman Tunai, Kredivo disebut menyumbang sekitar 30 persen dari total nilai outstanding dan 20 persen dari total akun pengguna fintech lending nasional pada Desember 2025,” katanya, seraya mengatakan laporan tersebut disusun menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Survei dilakukan terhadap 730 pengguna dan 67 pelaku UMKM, dilengkapi data internal Kredivo, statistik sejumlah institusi, serta perbandingan industri. (ash)
Editor : Hanif