Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kisah Tragis Bom Hiroshima, 146 Ribu Penduduk Meregang Nyawa

Syahriani Siregar • Selasa, 6 Agustus 2024 | 23:20 WIB

Foto awan bom atom Hiroshima yang ditemukan di Sekolah Dasar Honkawa pada 2013.
Foto awan bom atom Hiroshima yang ditemukan di Sekolah Dasar Honkawa pada 2013.
BERAPA jumlah penduduk Pulau Hiroshima, Jepang yang menjadi korban bom atom uranium milik Amerika Serikat, 79 tahun yang lalu atau 6 Agustus 1945?

Menurut catatan, dalam kurun dua hingga empat bulan pertama setelah pengeboman maha dahsyat tersebut, 90 ribu – 146 ribu orang tewas.

Bagaimana peristiwa memilukan ini bisa terjadi?

Meski memilukan, peristiwa tersebut menandai tahap akhir Perang Dunia II.

Amerika Serikat sendiri sebelumnya telah mendapatkan persetujuan Britania Raya untuk menjatuhkan bom atom tersebut, sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Quebec.

Baca Juga: Hari Ini, Hari Keantariksaan Nasional, Bagaimana Sejarahnya?

Operasi ini menjadi penggunaan senjata nuklir pertama dan satu-satunya dalam sejarah.

Mengapa Hiroshima? Lantaran dianggap sebagai kota penting dari segi industri maupun militer.

Beberapa satuan militer berpangkalan di dekat pulau tersebut.

Hiroshima juga merupakan pangkalan suplai dan logistik militer Jepang berukuran kecil, namun arsenal militernya besar.

Baca Juga: Marilyn Monroe, Akhir Tragis Ikon Budaya Pop Masa Lalu

Kota ini juga merupakan pusat komunikasi, pelabuhan penting, dan tempat berkumpulnya tentara.

Merupakan kota terbesar kedua di Jepang setelah Kyoto yang masih bertahan meski diserang berkali-kali.

Pusat kota dipadati oleh bangunan beton berkerangka dan bangunan berstruktur ringan.

Wilayah di luar pusat kota dipadati oleh bengkel kecil berbahan kayu yang tersebar di antara rumah-rumah Jepang.

Pabrik terletak di pinggiran kota. Rumah di Hiroshima terbuat dari kayu dengan atap tanah liat.

Banyak pula bangunan industri yang berkerangka kayu. Seluruh wilayah perkotaan Hiroshima rentan terbakar.

Sebelum pengeboman, populasi Hiroshima mencapai puncaknya sebanyak 381 ribu jiwa, lalu perlahan turun karena evakuasi sistematis yang dilaksanakan pemerintah Jepang.

Saat serangan terjadi, jumlah penduduk Hiroshima mencapai 340 ribu – 350 ribu jiwa.

Baca Juga: Mengenal Antariksa dan Serba-serbinya

Namun, dua – empat bulan pertama setelah pengeboman, 90.000 – 146 ribu jiwa di antaranya harus meregang nyawa.

Pada bulan-bulan seterusnya, banyak orang yang tewas karena efek luka bakar, penyakit radiasi, dan cedera lain disertai sakit dan kekurangan gizi.

Sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil meskipun terdapat garnisun militer besar di Hiroshima.

Tiga hari kemudian, giliran Pulau Nagasaki mendapat serangan serupa. Sekitar 39 ribu – 80 ribu penduduk tewas.

Baca Juga: Tiba-tiba Udah Bulan Safar, Apa Itu Bulan Safar?

Enam hari setelah pengeboman tersebut, Jepang menyatakan menyerah kepada Sekutu.

Pada 2 September, Jepang menandatangani instrumen penyerahan diri yang otomatis mengakhiri Perang Dunia II.

Pengaruh pengeboman ini terhadap penyerahan diri Jepang dan alasan etisnya pun masih diperdebatkan sampai sekarang. (ote)

Editor : Syahriani Siregar
#perang dunia ii #jepang #amerika serikat #Bom Hiroshima