Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hari Ini Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, Bagaimana Sejarahnya?

Miftahul Khair • Jumat, 9 Agustus 2024 | 11:06 WIB
BERSIAP PAWAI: Para peserta Pekan Gawai Dayak XXXVII saat bersiap mengikuti pawai dengan mengenakan pakaian adat masyarakat setempat, Mei tahun lalu. )ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)
BERSIAP PAWAI: Para peserta Pekan Gawai Dayak XXXVII saat bersiap mengikuti pawai dengan mengenakan pakaian adat masyarakat setempat, Mei tahun lalu. )ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)

MAJELIS Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) dilangsungkan setiap 9 Agustus atau hari ini, setiap tahunnya. Penetapan tersebut dilaksanakan pada 23 Desember 1994.

Dilansir dari situs refworld.org, HIMAS (International Day of the World’s Indigenous Peoples) kali pertama diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada Desember 1994, yang dirayakan setiap tahun selama Dekade Internasional Masyarakat Adat Sedunia yang pertama (1995 – 2004).

Pada 2004, mereka pun mengusahakan Dekade Internasional II, sepanjang 2005–2015, dengan tema Satu dasawarsa untuk tindakan dan martabat.

Disadur dari situs timeanddate.com, seluruh penduduk dunia diajak untuk ikut serta merayakan hari tersebut, untuk menyebarkan pesan PBB bagi masyarakat adat.

Kegiatan dapat termasuk forum pendidikan dan kegiatan ruang kelas, demi mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai masyarakat adat.

Dilansir dari situs un.org, berdasarkan Resolusi 49/214 dari 23 Desember 1994, Majelis Umum PBB memutuskan bahwa HIMAS akan dirayakan pada 9 Agustus setiap tahun, selama Dekade Internasional Masyarakat Adat Sedunia.

Pemilihan tanggal tersebut menandakan hari pertemuan pertama, Kelompok Kerja PBB untuk Populasi Masyarakat Adat Sub-Komisi Promosi dan Perlindungan Hak Asasi Manusia, 9 Agustus 1982.

Majelis Umum PBB kemudian menetapkan tahun 1993 sebagai Tahun Internasional Masyarakat Adat Dunia.

Hari Masyarakat Adat Sedunia tahun ini berfokus pada tema Melindungi Hak-Hak Masyarakat Adat dalam Isolasi Sukarela dan Kontak Awal.

Masyarakat adat yang berada dalam isolasi sukarela dan kontak awal adalah pelindung hutan yang terbaik.

Ketika hak kolektif mereka atas tanah dan wilayah dilindungi, maka hutan akan tumbuh subur, berdampingan dengan masyarakat mereka.

Kelangsungan hidup mereka tidak hanya penting untuk melindungi bumi, namun juga penting untuk melindungi keanekaragaman budaya dan bahasa.

Di dunia yang sangat terhubung saat ini, keberadaan masyarakat ini yang berada dalam isolasi sukarela dan kontak awal, merupakan bukti betapa kaya dan rumitnya tatanan kemanusiaan, dan merupakan kerugian besar bagi dunia jika mereka tidak ada lagi.(ote)

Editor : Miftahul Khair
#pbb #masyarakat adat #budaya #hari internasional masyarakat adat