Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Slank Bercerita tentang Masyarakat Adat di Lembah Baliem

Miftahul Khair • Jumat, 9 Agustus 2024 | 12:30 WIB
Slank. (ANTARA/HO)
Slank. (ANTARA/HO)

SLANK adalah satu grup musik papan atas Indonesia yang paling konsisten memasukkan unsur-unsur budaya serta adat istiadat, dalam setiap suguhan musik mereka.

Dengan dibalut musik rock sebagai akar musik mereka, sajian musik berunsur budaya dikemas secara apik.

Bahkan ada sejumlah lirik yang mereka gubah, bercerita mengenai kehidupan masyarakat adat.

Salah satunya masyarakat Lembah Baliem di Pegunungan Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Slank bercerita mengenai kehidupan masyarakat di sana yang tidak neko-neko dan selalu bersyukur dengan apa yang mereka miliki.

Bertepatan dengan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia hari ini, kami akan mengajak pembaca untuk menyimak lirik lagu yang dipersembahkan Slank untuk masyarakat adat di Lembah Baliem.

Lagu tersebut berjudul Lembah Baliem, yang terangkum dalam album ke-10 Slank berjudul Virus, yang diluncurkan pada 2001 lalu.

Aku gak perlu uang ribuan

Yang aku mau uang merah cepean

Aku gak butuh kedudukan

Yang penting masih ada lahan tuk makan

Asal ada babi untuk di panggang

Asal banyak ubi untuk ku makan

Aku cukup senang

Aku cukup senang

Dan aku pun tenang

Aku gak ngerti ada banyak tambang

Yang aku tahu banyak hutan yang hilang

Baca Juga: Penyaji Musik Tradisional Terbaik, Spanta Percussion Raih Medali Emas

Aku gak perduli banyak nada sumbang

Kita orang ini dianggap terbelakang

Asal ada babi untuk di panggang

Asal banyak ubi untuk ku makan

Aku cukup senang

Aku cukup senang

Dan aku pun tenang

Hei yamko rambe yamko aronawa ombe

Hei yamko rambe yamko aronawa ombe

Hei ngino kibe kumbano kumbu beko

Yumano kumbu awe ade

Editor : Miftahul Khair
#adat istiadat #rock #masyarakat adat #slank #musik