SLANK adalah satu grup musik papan atas Indonesia yang paling konsisten memasukkan unsur-unsur budaya serta adat istiadat, dalam setiap suguhan musik mereka.
Dengan dibalut musik rock sebagai akar musik mereka, sajian musik berunsur budaya dikemas secara apik.
Bahkan ada sejumlah lirik yang mereka gubah, bercerita mengenai kehidupan masyarakat adat.
Salah satunya masyarakat Lembah Baliem di Pegunungan Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Slank bercerita mengenai kehidupan masyarakat di sana yang tidak neko-neko dan selalu bersyukur dengan apa yang mereka miliki.
Bertepatan dengan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia hari ini, kami akan mengajak pembaca untuk menyimak lirik lagu yang dipersembahkan Slank untuk masyarakat adat di Lembah Baliem.
Lagu tersebut berjudul Lembah Baliem, yang terangkum dalam album ke-10 Slank berjudul Virus, yang diluncurkan pada 2001 lalu.
Aku gak perlu uang ribuan
Yang aku mau uang merah cepean
Aku gak butuh kedudukan
Yang penting masih ada lahan tuk makan
Asal ada babi untuk di panggang
Asal banyak ubi untuk ku makan
Aku cukup senang
Aku cukup senang
Dan aku pun tenang
Aku gak ngerti ada banyak tambang
Yang aku tahu banyak hutan yang hilang
Baca Juga: Penyaji Musik Tradisional Terbaik, Spanta Percussion Raih Medali Emas
Aku gak perduli banyak nada sumbang
Kita orang ini dianggap terbelakang
Asal ada babi untuk di panggang
Asal banyak ubi untuk ku makan
Aku cukup senang
Aku cukup senang
Dan aku pun tenang
Hei yamko rambe yamko aronawa ombe
Hei yamko rambe yamko aronawa ombe
Hei ngino kibe kumbano kumbu beko
Yumano kumbu awe ade
Editor : Miftahul Khair