PEDAGANG kaki lima (PKL) adalah isu yang menarik bagi sejumlah musisi untuk diangkat sebagai tema lagu.
PKL sendiri ternyata masuk dalam klasifikasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk sektor informal.
Sengaja isu PKL ini kami gulirkan bertepatan dengan Hari UMKM Nasional yang jatuh pada hari ini.
Setidaknya kami merangkum dua musisi tanah air pernah mengangkat tema yang satu ini dalam lagu mereka.
Sebut saja Iwan Fals bersama grup musiknya Swami menyuguhkan lagu berjudul Bunga-bunga Trotoar.
Lagu tersebut bisa dijumpai di album pertama grup musik ini berjudul Swami (1989).
Kemudian grup musik kasidah legendaris, Nasida Ria, juga mengangkat tema PKL dalam salah satu lagu mereka.
Lagu tersebut berjudul Cita-cita Mulia yang terangkum dalam judul album yang sama, yang mereka luncurkan pada 1991.
Swami
Iwan Fals selaku penulis lagu Bunga-bunga Trotoar sepertinya ingin memberikan perumpamaan bahwa yang dimaksud sebagai bunga-bunga trotoar ini adalah para pedagang kaki lima.
Mereka memang kerap berjualan dan menghamparkan dagangannya di trotoar-trotoar, sehingga kerap menjadi incaran kebijakan pemerintah.
Mereka kerap ditertibkan, sementara di sisi lain mereka juga harus berjualan demi mencukupi kebutuhan hidup.
Iwan Fals menggambarkan kiprah para pedagang kaki lima tersebut dengan dibumbui kritik terhadap pemerintah.
Bunga-bunga kehidupan
Tumbuh subur ditrotoar
Mekar liar dimana-mana
Langkah-langkah garag datang
Hancurkan wanginya kembang
Engkau diam tak berdaya
Bungaku... bunga liar
Bungaku... bunga trotoar
Mengelar aneka barang
Menggelar mimpi yang panjang
Kaki lima menggelar resah
Di emperan toko besar
Koar mulumu berkobar
Kaki lima mungkin menjalar
Bungaku... bunga liar
Bungaku... bunga trotoar
Bungaku... bunga liar
Bungaku... bunga trotoar
Bagai jutaan serigala
Menyerbu kota besar
Tempat asalnya dalam neraka
Tolong beritahu aku bagaimana caranya
Nasib tak pernah berpihak
Para kurcaci diinjak mati
Para kurcaci nyanyi tralala
Para kurcaci bersedih hati
Para kurcaci ha ha ha
Para kurcaci diinjak mati
Para kurcaci nyanyi tralala
Para kurcaci bersedih hati
Para kurcaci ha ha ha
Nasida Ria
Siapa yang tak mengenal Nasida Ria? Sebuah band kasidah modern Indonesia yang terdiri dari sembilan wanita dari Semarang, Jawa Tengah dan terbentuk pada 1975.
Di album ke-21 mereka yang diluncurkan pada 1991 lalu, mereka mengangkat tema mengenai PKL dalam lagu berjudul Cita-cita Mulia.
Namun tentu saja sebagai grup musik kasidah modern, mereka lebih mengetengahkan sisi reliji.
Bagaimana para PKL dinilai mereka sebagai pejuang keluarga.
Sungguh mulia
Pedagang kaki lima
Yang menanggung hidup
Istri dan anak-anaknya
Berpenghasilan tak seberapa
Tapi ternyata bisa naik haji
Memenuhi panggilan Illahi
Kiat yang ada pada dirinya
Bukan karena judi bukan pula menipu
Kiat yang ada pada dirinya
Bukan karena judi bukan pula menipu
Tapi karna ulet dan rajin menabung
Pedagang kaki lima
Bermodalkan ketekunan
Ulet dalam usaha
Tak lupa ibadah
Bekerja dan berdo'a
Demi cita-cita
Sungguh mulia
Pedagang kaki lima
Yang menanggung hidup
Istri dan anak-anaknya
Berpenghasilan tak seberapa
Tapi ternyata bisa naik haji
Memenuhi panggilan Illahi
Yakiinlaah....
Kuasa Allah
Mengangkat derajat
Siapa saja yang beriman dan bertaqwa
Allaaahu Akbar
Kuasa Allah...
Mengangkat derajat siapa saja
Yang dikehendakinya...
Mohonlah kepadanya Insya Allah terkabul
Do'a mu kan terkabul
Sungguh mulia
Pedagang kaki lima
Yang menanggung hidup
Istri dan anak-anaknya
Berpenghasilan tak seberapa
Tapi ternyata bisa naik haji
Memenuhi panggilan Illahi
Editor : Miftahul Khair