Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ketika Para Musisi Melirik Isu PKL sebagai Tema Lagu

Miftahul Khair • Senin, 12 Agustus 2024 | 13:15 WIB
Swami
Swami

PEDAGANG kaki lima (PKL) adalah isu yang menarik bagi sejumlah musisi untuk diangkat sebagai tema lagu.

PKL sendiri ternyata masuk dalam klasifikasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk sektor informal.

Sengaja isu PKL ini kami gulirkan bertepatan dengan Hari UMKM Nasional yang jatuh pada hari ini.

Setidaknya kami merangkum dua musisi tanah air pernah mengangkat tema yang satu ini dalam lagu mereka.

Sebut saja Iwan Fals bersama grup musiknya Swami menyuguhkan lagu berjudul Bunga-bunga Trotoar.

Lagu tersebut bisa dijumpai di album pertama grup musik ini berjudul Swami (1989).

Kemudian grup musik kasidah legendaris, Nasida Ria, juga mengangkat tema PKL dalam salah satu lagu mereka.

Lagu tersebut berjudul Cita-cita Mulia yang terangkum dalam judul album yang sama, yang mereka luncurkan pada 1991.

 

Swami

Iwan Fals selaku penulis lagu Bunga-bunga Trotoar sepertinya ingin memberikan perumpamaan bahwa yang dimaksud sebagai bunga-bunga trotoar ini adalah para pedagang kaki lima.

Mereka memang kerap berjualan dan menghamparkan dagangannya di trotoar-trotoar, sehingga kerap menjadi incaran kebijakan pemerintah.

Mereka kerap ditertibkan, sementara di sisi lain mereka juga harus berjualan demi mencukupi kebutuhan hidup.

Iwan Fals menggambarkan kiprah para pedagang kaki lima tersebut dengan dibumbui kritik terhadap pemerintah.

Bunga-bunga kehidupan

Tumbuh subur ditrotoar

Mekar liar dimana-mana

Langkah-langkah garag datang

Hancurkan wanginya kembang

Engkau diam tak berdaya

Bungaku... bunga liar

Bungaku... bunga trotoar

Mengelar aneka barang

Menggelar mimpi yang panjang

Kaki lima menggelar resah

Di emperan toko besar

Koar mulumu berkobar

Kaki lima mungkin menjalar

Bungaku... bunga liar

Bungaku... bunga trotoar

Bungaku... bunga liar

Bungaku... bunga trotoar

Bagai jutaan serigala

Menyerbu kota besar

Tempat asalnya dalam neraka

Tolong beritahu aku bagaimana caranya

Nasib tak pernah berpihak

Para kurcaci diinjak mati

Para kurcaci nyanyi tralala

Para kurcaci bersedih hati

Para kurcaci ha ha ha

Para kurcaci diinjak mati

Para kurcaci nyanyi tralala

Para kurcaci bersedih hati

Para kurcaci ha ha ha

 

Nasida Ria

Siapa yang tak mengenal Nasida Ria? Sebuah band kasidah modern Indonesia yang terdiri dari sembilan wanita dari Semarang, Jawa Tengah dan terbentuk pada 1975.

Di album ke-21 mereka yang diluncurkan pada 1991 lalu, mereka mengangkat tema mengenai PKL dalam lagu berjudul Cita-cita Mulia.

Namun tentu saja sebagai grup musik kasidah modern, mereka lebih mengetengahkan sisi reliji.

Bagaimana para PKL dinilai mereka sebagai pejuang keluarga.

 

Sungguh mulia

Pedagang kaki lima

Yang menanggung hidup

Istri dan anak-anaknya

Berpenghasilan tak seberapa

Tapi ternyata bisa naik haji

Memenuhi panggilan Illahi

Kiat yang ada pada dirinya

Bukan karena judi bukan pula menipu

Kiat yang ada pada dirinya

Bukan karena judi bukan pula menipu

Tapi karna ulet dan rajin menabung

Pedagang kaki lima

Bermodalkan ketekunan

Ulet dalam usaha

Tak lupa ibadah

Bekerja dan berdo'a

Demi cita-cita

Sungguh mulia

Pedagang kaki lima

Yang menanggung hidup

Istri dan anak-anaknya

Berpenghasilan tak seberapa

Tapi ternyata bisa naik haji

Memenuhi panggilan Illahi

Yakiinlaah....

Kuasa Allah

Mengangkat derajat

Siapa saja yang beriman dan bertaqwa

Allaaahu Akbar

Kuasa Allah...

Mengangkat derajat siapa saja

Yang dikehendakinya...

Mohonlah kepadanya Insya Allah terkabul

Do'a mu kan terkabul

Sungguh mulia

Pedagang kaki lima

Yang menanggung hidup

Istri dan anak-anaknya

Berpenghasilan tak seberapa

Tapi ternyata bisa naik haji

Memenuhi panggilan Illahi

Editor : Miftahul Khair
#Hari UMKM Nasional #UMKM #musisi #umkm indonesia