TIDAK banyak musisi yang mengangkat tema mengenai gajah dalam lagu-lagu mereka. Dari yang tidak banyak itu, Tulus menjadi salah satunya.
Penyanyi serta penulis lagu bernama lengkap Muhammad Tulus Rusyidi tersebut meluncurkan album Gajah pada 19 Februari 2014, juga dengan lagu jagoannya berjudul Gajah.
Liriknya unik, seperti bercerita akan perundungan yang menyamakan dirinya seperti sosok gajah di masa kecilnya dulu.
Namun dia juga bercerita akan ketangguhan gajah, perilaku gajah, hingga usia gajah di lirik awal lagu.
Kemunculan Tulus di kancah musik Indonesia memang merupakan sebuah kejutan yang menyenangkan dan juga menyehatkan dari sisi kualitas musik.
Gajah, sebagai album kedua dari pria yang juga berprofesi sebagai seorang arsitek ini, terasa kian menunjukkan kekuatannya sebagai seorang biduan pop papan atas.
Ia memiliki vokal unik berkarakter tanpa keinginan untuk menjadi berlebihan, mulus meluncur langsung ke hati dan punya potensi bikin kaum hawa lemah di lutut.
Namun selain itu ia juga punya kemampuan yang bukan main sebagai seorang pencipta lagu/lirik.
Berikut lirik lagu Gajah milik Tulus.
Setidaknya punya tujuh puluh tahun
Tak bisa melompat kumahir berenang
Bahagia melihat kawanan betina
Berkumpul bersama sampai ajal
Besar dan berani berperang sendiri
Yang aku hindari hanya semut kecil
Otak ini cerdas kurakit perangkat
Wajahmu tak akan pernah kulupa
Baca Juga: Ketika Para Musisi Melirik Isu PKL sebagai Tema Lagu
Waktu kecil dulu
Mereka menertawakan
Mereka panggilku gajah
Ku marah ku marah
Kini baru ku tahu
Puji didalam olokan
Mereka ingatku marah
Jabat tanganku panggil aku gajah
Kau temanku kau doakan aku
Punya otak cerdas aku harus tangguh
Bila jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku
Kecil kita tak tahu apa-apa
Wajar bila terlalu cepat marah
Kecil kita tak tahu apa-apa
Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
Baca Juga: Apa Itu UMKM? Bagaimana Aturan Mainnya?
Kau temanku kau doakan aku
Punya otak cerdas aku harus tangguh
Bila jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku
Kau temanku kau doakan aku
Punya otak cerdas aku harus tangguh
Bila jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku
Editor : Miftahul Khair