Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hari Ini: Hari Nyamuk Sedunia, Bagaimana Sejarahnya?

Miftahul Khair • Selasa, 20 Agustus 2024 | 11:15 WIB
Logo Hari Nyamuk Sedunia
Logo Hari Nyamuk Sedunia

MUNGKIN boleh dibilang jika nyamuk menjadi satu-satunya hama yang keberadaannya diperingati diseluruh dunia. Pasalnya hari ini, 20Agustus, ternyata diperingati sebagai Hari Nyamuk Sedunia (World Mosquito Day).

Dilansir dari situs World Mosquito Program, dijelaskan bahwa dipilihnya tanggal 20 Agustus tersebut bukan tanpa sebab.

Pada 20 Agustus 1897, seorang dokter Inggris membuat penemuan inovatif. Dia adalah Sir Ronald Ross, penemu parasit malaria di dalam perut nyamuk Anopheles betina.

Penemuan tersebut memberikan bukti pertama bahwa nyamuk menularkan malaria antarmanusia.

Untuk memperingati momen dalam sejarah ini, Hari Nyamuk Sedunia (WMD) pun dicanangkan.

Setiap tahun, WMD memberi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dan upaya berkelanjutan untuk memerangi makhluk paling mematikan di dunia ini.

Untuk diketahui, saat ini, lebih dari 125 tahun usai penemuan tersebut, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk membunuh lebih dari sejuta orang dan menginfeksi hingga 700 juta orang setiap tahunnya, hampir satu dari sepuluh orang.

Tahun 2024 merupakan tahun terburuk dalam sejarah kasus demam berdarah. Ada lebih dari 11 juta kasus yang dilaporkan dari 80 negara.

Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dengan penyebaran tercepat di dunia ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda, dan Amerika merupakan negara dengan jumlah kasus terbesar di dunia.

Pada akhir Juli, sudah lebih dari 24 ribu kasus parah telah dilaporkan dan lebih dari 6.500 kematian terkait demam berdarah.

Kasus Chikungunya juga telah mencapai lebih dari 350 ribu, di mana Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa melaporkan hampir 7 ribu kasus Zika pada akhir Mei.

Seiring dengan globalisasi perubahan iklim dan urbanisasi yang mempercepat perpindahan penyakit-penyakit ini ke berbagai wilayah, maka semakin penting bagi masyarakat untuk menyadari risikonya dan mengambil tindakan.

Inilah sebabnya mengapa Program Nyamuk Dunia saat ini digulirkan. Metode Wolbachia yang mereka terapkan memainkan peran penting dalam membantu memerangi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dan melindungi masyarakat di seluruh dunia.

Intervensi mereka yang berbasis bukti, aman, dan dilakukan satu kali (non-NGO) telah diterapkan di 14 negara selama dekade terakhir, melindungi lebih dari 11,4 juta orang, dan efektivitasnya dalam pengendalian demam berdarah telah dibuktikan dalam berbagai uji coba lapangan.

Nyamuk ber-Wolbachia mempunyai kemampuan menularkan virus ke manusia yang berkurang, sehingga mengurangi risiko wabah demam berdarah, Zika, chikungunya, dan demam kuning.

Mereka melakukan hal ini dengan berkembang biak dengan nyamuk liar hingga dalam beberapa generasi, mereka menggantikan populasi nyamuk lokal.(ote)

 

Editor : Miftahul Khair
#sejarah #Hari Nyamuk Sedunia #nyamuk