Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mengenal Nyamuk: Serangga yang jadi Musuh Nomor Satu Manusia

Miftahul Khair • Selasa, 20 Agustus 2024 | 11:33 WIB

 

PENYEBAB DBD: Nyamuk Aedes (Stegomyia) aegypti menjadi musuh utama masyarakat di kawasan tropis lantaran menjadi sebab penularan DBD. ECDC
PENYEBAB DBD: Nyamuk Aedes (Stegomyia) aegypti menjadi musuh utama masyarakat di kawasan tropis lantaran menjadi sebab penularan DBD. ECDC

SEMUA mungkin sependapat bahwa nyamuk menjadi salah satu hewan yang paling menggangu bagi manusia. Di Hari Nyamuk Sedunia hari ini, pontianakpost.jawapos.com mencoba membahas mengenai serangga yang termasuk dalam ordo diptera (lalat) ini.

Menurut catatan McGraw-Hill Dictionary of Biology tulisan Sybil Parker, nyamuk tergolong dalam famili culicidae.

Genus yang berada dalam kelompok ini mencakup Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culiseta, dan Haemagoggus, untuk jumlah keseluruhan sekitar 35 negara yang merangkum 2.700 spesies.

Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang.

Menurut situs Nasional Geographic, hanya sedikit hewan di Bumi yang menimbulkan antipati seperti yang dilakukan nyamuk.

Gigitannya yang gatal dan menjengkelkan serta keberadaannya yang hampir ada di mana-mana dapat merusak acara barbekyu di halaman belakang atau saat berjalan-jalan di hutan.

Mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk merasakan niat membunuh kita, terbang dan menghilang beberapa milidetik sebelum melakukan pukulan fatal.

Dan di kamar tidur kita, dengungan sayap mereka yang terus-menerus dan cengeng dapat membangunkan orang yang tidur paling nyenyak.

Selain faktor pengganggu, nyamuk juga merupakan pembawa, atau vektor, beberapa penyakit yang paling mematikan bagi umat manusia, dan merupakan musuh masyarakat nomor satu dalam perjuangan melawan penyakit menular global.

Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk menyebabkan jutaan kematian di seluruh dunia setiap tahunnya dan dampak yang tidak proporsional terjadi pada anak-anak dan orang lanjut usia di negara-negara berkembang.

Terdapat lebih dari 3 ribu spesies nyamuk, namun ketiganya mempunyai tanggung jawab utama dalam penyebaran penyakit pada manusia.

Nyamuk Anopheles adalah satu-satunya spesies yang diketahui membawa penyakit malaria.

Mereka juga menularkan filariasis (juga disebut penyakit kaki gajah) dan ensefalitis. Nyamuk Culex membawa ensefalitis, filariasis, dan virus West Nile.

Sementara nyamuk Aedes, yang merupakan salah satu anggota harimau Asia yang rakus, membawa penyakit demam kuning, demam berdarah, dan ensefalitis.

Nyamuk menularkan penyakit melalui berbagai cara. Dalam kasus malaria, parasit menempel pada usus nyamuk betina dan masuk ke inangnya saat ia makan.

Dalam kasus lain, seperti demam kuning dan demam berdarah, virus masuk ke dalam nyamuk saat ia memakan manusia yang terinfeksi dan ditularkan melalui air liur nyamuk ke korban berikutnya.

Nyamuk menggunakan karbon dioksida yang dihembuskan, bau badan dan suhu, serta pergerakan menuju rumah korbannya.

Hanya nyamuk betina yang memiliki bagian mulut yang diperlukan untuk menghisap darah.

Saat menggigit dengan belalainya, mereka menusuk dua tabung ke dalam kulit, di mana satu untuk menyuntikkan enzim yang menghambat pembekuan darah, sedangkan yang lain menghisap darah ke dalam tubuh mereka.

Mereka menggunakan darahnya bukan untuk makanannya sendiri melainkan sebagai sumber protein untuk telurnya. Untuk makanannya, baik jantan maupun betina memakan nektar dan gula tumbuhan lainnya.

Satu-satunya hikmah dari banyaknya nyamuk di taman adalah bahwa mereka merupakan sumber makanan yang dapat diandalkan bagi ribuan hewan, termasuk burung, kelelawar, capung, dan katak.

Selain itu, manusia sebenarnya bukanlah pilihan pertama sebagian besar nyamuk yang mencari makan. Mereka biasanya lebih menyukai kuda, sapi, dan burung.

Semua nyamuk membutuhkan air untuk berkembang biak, sehingga upaya pemberantasan dan pengendalian populasi biasanya melibatkan penghilangan atau pengolahan sumber air yang ada.

Penyemprotan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa juga meluas. Namun, upaya global untuk menghentikan penyebaran nyamuk hanya memberikan dampak yang kecil, di mana banyak ilmuwan berpendapat bahwa pemanasan global kemungkinan akan meningkatkan jumlah dan jangkauan nyamuk.(ote)

Editor : Miftahul Khair
#mengenal nyamuk #Hari Nyamuk Sedunia #nyamuk