Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hari Ini, Hari Susu Nabati Sedunia, Bagaimana Sejarahnya?

Miftahul Khair • Kamis, 22 Agustus 2024 | 12:10 WIB
Hari Susu Nabati Sedunia.
Hari Susu Nabati Sedunia.

JIKA Hari Susu Sedunia (World Milk Day) diperingati setiap tanggal 1 Juni setiap tahunnya, maka ada hari susu alternatif yang disebut susu nabati dan diperingati setiap tanggal 22 Agustus, setiap tahunnya.

Hari tersebut merupakan hari internasional yang merayakan alternatif nabati sebagai pengganti susu.

Dilansir dari situs worldplantmilkday.com, Hari Susu Nabati (World Plant Milk Day) digagas oleh Robbie Lockie, salah satu pendiri Plant Based News, pada 2017 dan didirikan melalui kemitraan dengan ProVeg pada 2018.

Kampanye ini sendiri telah menarik perhatian jutaan orang di seluruh dunia dan membantu mempercepat transisi dari susu sapi ke susu yang kaya variasi, alternatif berbasis tanaman.

Pada tahun 2020, Switch4Good bergabung untuk menjangkau lebih banyak orang dan menyebarkan gagasan bahwa Masa Depan Itu Bebas Produk Susu.

Dari kedelai, oat, jambu mete, hingga rami, keragaman susu nabati terus tumbuh seiring dengan peralihan global menuju pola makan nabati, di mana pasar yang diperkirakan bernilai USD74,2 miliar pada tahun 2027.

Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa pola makan nabati utuh, termasuk susu nabati, baik untuk tubuh.

Pola makan seperti itu dapat membantu mencegah hipertensi, obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan jenis kanker tertentu. Artinya, pengonsumsi susu pun tidak membutuhkan susu sapi untuk menjadi sehat.

Gaya hidup bebas produk susu memiliki kekuatan untuk membuat para penggemar susu merasa luar biasa, baik di sekarang bahkan di masa depan.

Para penggemar susu pun diyakini akan mengalami peningkatan energi, berkurangnya kembung, perbaikan pencernaan, kulit lebih bersih, berkurangnya gejala asma, berkurangnya peradangan, dan manfaat kesehatan jangka panjang lainnya.

Situs ini berpandangan bagaimana susu sapi bisa dianggap sebagai makanan kesehatan ketika 65 persen populasi dunia tidak toleran terhadap susu sapi?

Begitu seseorang yang menderita intoleransi laktosa mengonsumsi susu sapi atau produk susu lain yang mengandung laktosa, gejalanya dapat muncul dalam waktu 30 menit. Gejala-gejala ini, menurut mereka, termasuk sakit perut, kembung, gas, mual, dan diare.

Mereka juga berkeyakinan bahwa industri susu merupakan penyebab stres yang tidak terukur pada sapi.

Karena banyaknya produksi susu, sapi perah, yang merupakan hewan yang cerdas, penuh empati, dan penuh kasih saying, harus menanggung kondisi tidak nyaman dan penuh tekanan, yang bahkan tidak memenuhi kebutuhan paling dasar mereka.

Dengan beralih ke susu nabati, mereka memastikan penderitaan yang tidak perlu ini akan berkurang.(ote)

Editor : Miftahul Khair
#hari ini #susu nabati #hari susu nabati sedunia